Pemerintah Provinsi Gorontalo bergerak cepat membantu warga di tengah musim kemarau. Kepemimpinan Gusnar Ismail dan Idah Syahidah Rusli Habibie mengucurkan tiga program rutin selama beberapa minggu terakhir. Program itu meliputi pasar murah bersubsidi, bantuan modal UMKM, hingga distribusi air bersih.
Kekeringan di Gorontalo terus meluas. Gubernur Gusnar telah menggelar Rapat Forkopimda bersama pemerintah kabupaten/kota. Salah satu usulan yang mengemuka adalah penetapan status Tanggap Darurat Kekeringan.
Data BPBD Provinsi Gorontalo per 30 Agustus 2026 mencatat dampak signifikan. Sebanyak 7.542 kepala keluarga atau 23.205 jiwa terdampak kekeringan. Wilayah terdampak tersebar di empat kabupaten, 27 kecamatan, dan 72 desa.
Bagi Gusnar, kemarau ini bukan sekadar persoalan gagal tanam. Lebih dari itu, daya beli masyarakat dikhawatirkan ikut tergerus. Karena itu, tiga langkah antisipatif dirancang untuk meringankan beban warga.
“Kurang lebih satu minggu ini, saya arahkan jajaran untuk fokus pada intervensi langsung ke masyarakat,” ujarnya menegaskan komitmen pemerintah daerah di tengah tekanan el Niño yang melanda wilayah Gorontalo.