GORONTALO — Kepercayaan menyelenggarakan agenda strategis ini diberikan kepada UMGO di tengah upaya LLDIKTI Wilayah XVI mendorong peningkatan mutu perguruan tinggi swasta di Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, dan Gorontalo. Pelatihan ini tidak hanya membekali peserta dengan teori, tetapi juga teknik teknis pelaksanaan audit di lapangan.
Kepala LLDIKTI Wilayah XVI, Munawir Sadzali Razak, S.IP., M.A., menyebut wilayahnya masih memiliki pekerjaan rumah besar dalam hal penjaminan mutu. Karena itu, ia meminta pelatihan ini dimanfaatkan maksimal untuk melahirkan auditor yang kompeten.
"Wilayah LLDIKTI XVI masih memiliki pekerjaan rumah yang besar dalam peningkatan mutu perguruan tinggi. Karena itu, pelatihan ini harus dimanfaatkan untuk melahirkan auditor mutu internal yang kompeten dan mampu mengawal budaya mutu di setiap kampus," ujarnya.
Munawir menegaskan, pihaknya akan terus mendampingi seluruh kampus dalam implementasi Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI). Ia berharap UMGO bisa menjadi pelopor atau milestone bagi kampus lain di wilayah kerjanya.
"Kami berharap UMGO menjadi milestone bagi perguruan tinggi lainnya. Pendampingan akan terus kami lakukan karena itu merupakan bagian dari tugas dan komitmen kami sebagai fasilitator penjaminan mutu," katanya.
Target ini dinilai realistis mengingat UMGO dipercaya menyelenggarakan dua program penting PTMA Regional Sulawesi sekaligus. Selain pelatihan calon auditor AMI, kampus ini juga menjadi tuan rumah program percepatan peningkatan jabatan fungsional dosen.
Rektor UMGO, Prof. Dr. Abd. Kadim Masaong, mengingatkan bahwa kualitas sebuah kampus tidak bisa dibangun instan. Ia menekankan pentingnya perubahan pola pikir seluruh sivitas akademika agar mutu menjadi prioritas utama dalam setiap aktivitas.
"Mutu adalah kunci keberlangsungan sebuah perguruan tinggi. Kampus yang mampu bertahan dan berkembang adalah kampus yang terus menjaga serta meningkatkan kualitasnya secara berkelanjutan," ujar Prof. Kadim.
Ia juga menegaskan bahwa Audit Mutu Internal harus dipandang sebagai instrumen perbaikan berkelanjutan, bukan sekadar kewajiban administrasi. Dengan auditor yang kompeten, budaya mutu di setiap PTMA akan semakin kuat.
"Dengan auditor yang kompeten, budaya mutu akan semakin kuat sehingga target mewujudkan kampus unggul dan berdaya saing dapat tercapai," pungkasnya.
Pelatihan ini menghadirkan sejumlah narasumber berkompeten, termasuk perwakilan Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah serta para pakar penjaminan mutu yang berpengalaman mendampingi perguruan tinggi membangun sistem mutu. Materi yang diberikan mencakup pemahaman SPMI, teknik pelaksanaan audit, hingga implementasi AMI sebagai instrumen evaluasi kualitas secara berkelanjutan.