GORONTALO — Kebijakan ini memicu reaksi beragam dari para pendukung setia. Deposit sebesar itu bisa ditebus untuk pembelian makanan dan minuman, tetapi hangus jika pemesan batal dengan pemberitahuan kurang dari 72 jam atau terlambat datang lebih dari 15 menit.
Greene King, yang mengelola sekitar 2.600 venue di seluruh Inggris Raya, menerapkan aturan ketat. Jika rombongan tiba lebih dari seperempat jam dari waktu yang dijadwalkan, deposit hangus dan pesanan tempat duduk otomatis dibatalkan.
“Kami bangga menayangkan olahraga langsung di pub kami dan menciptakan atmosfer hebat bagi para penggemar,” kata juru bicara Greene King dalam pernyataan resmi. “Dalam beberapa kesempatan, deposit diperlukan. Ini bukan biaya tambahan dan 100 persen dapat ditebus untuk makanan atau minuman.”
Meskipun ada risiko kehilangan uang deposit, antusiasme fans justru memecahkan rekor. Pertandingan pembuka Inggris melawan Kroasia, Rabu (17/6) waktu setempat, menjadi laga dengan pemesanan terbanyak sepanjang turnamen.
Data dari British Guild of Beer Writers mencatat 5.600 pemesanan untuk laga itu di pub-pub yang dikelola Greene King. Angka ini melampaui jumlah pemesanan untuk laga pertama Inggris di Euro 2024 melawan Serbia. Secara total, pub-pub tersebut telah menerima pemesanan untuk 65 ribu kursi sepanjang turnamen musim panas ini.
Fans Skotlandia juga menghadapi kebijakan serupa. Meski laga perdana Skotlandia melawan Haiti pada Minggu lalu kick-off pukul 02.00 dini hari waktu setempat, hampir 20 pub di Skotlandia melaporkan kapasitas tempat duduk penuh dipesan.
FIFA sebelumnya sudah dikritik karena menerapkan harga tiket dinamis yang dinilai eksploitatif di Piala Dunia yang digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Kini, tingginya permintaan dari fans Inggris dan Skotlandia juga menciptakan tekanan besar di industri perhotelan.