GORONTALO — Rapat yang digelar di Kantor DPR RI, Senayan, Jakarta, itu dihadiri langsung oleh Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir serta perwakilan PSSI. Direktur Jenderal Administrasi Hukum Umum (Dirjen AHU), Dr. Widodo, SH., M.H, memastikan proses naturalisasi kedua pemain telah berjalan ketat, bertahap, dan transparan.
Mitchell Baker merupakan penyerang kelahiran Australia. Ia memiliki darah Indonesia dari sang kakek dan nenek di pihak ibu yang lahir di Yogyakarta dan Semarang.
Sementara itu, Luke Vickery adalah penyerang sayap yang lahir di Hawaii. Darah Medan mengalir dari sang nenek di pihak ibu. Saat ini, Vickery tengah membela klub kasta tertinggi Liga Australia, Macarthur FC.
Dalam kesempatan itu, Sumardji menegaskan bahwa naturalisasi kedua pemain bukanlah sekadar solusi instan. "Keinginan PSSI menaturalisasi Luke Vickery dan Mitchell Baker ini bukan hanya untuk jangka pendek saja," ujar Sumardji.
Pernyataan itu sekaligus menjawab keraguan publik soal efektivitas program naturalisasi. PSSI, melalui BTN, menilai kedua pemain ini akan menjadi bagian dari fondasi skuad Garuda untuk beberapa tahun ke depan.
Timnas Indonesia saat ini masih berkutat di peringkat 134 dunia versi FIFA. Target menembus 50 besar jelas bukan perkara mudah. Butuh konsistensi hasil di laga resmi, terutama di putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia yang akan dimulai dalam waktu dekat.
Kehadiran Vickery dan Baker diharapkan bisa menambah daya gedor lini depan yang selama ini menjadi catatan tersendiri. Dengan tambahan amunisi baru, PSSI optimistis tren positif Timnas bisa berlanjut.