Persiapan PENAS Petani Nelayan XVII di Gorontalo Capai 95 Persen, Media Center Resmi Beroperasi

Penulis: Eri Subagio  •  Rabu, 17 Juni 2026 | 14:43:31 WIB
Persiapan PENAS Petani Nelayan XVII di Gorontalo telah mencapai 95 persen menjelang pembukaan.

LIMBOTO — Hitung mundur pembukaan Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII terus berjalan. Pemerintah daerah mengklaim seluruh persiapan utama di venue kegiatan sudah memasuki tahap akhir.

Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail mengatakan pengecekan terakhir dilakukan di sejumlah titik strategis. Mulai dari arena upacara pembukaan dan penutupan, kawasan gelar teknologi pertanian, area pameran, hingga fasilitas Media Center.

”Secara umum, PENAS XVII di Kabupaten Gorontalo siap dilaksanakan,” ujar Gusnar usai peninjauan.

Pekerjaan Tersisa: Penataan Fasilitas Pendukung

Menurut Gubernur, pekerjaan yang masih berlangsung saat ini hanya bersifat penyelesaian akhir. Penataan fasilitas pendukung seperti akses transportasi, pengamanan, dan area parkir peserta terus dioptimalkan.

Rombongan peninjauan turut dihadiri unsur Forkopimda, Kapolda Gorontalo, Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA), dan sejumlah pejabat terkait. Mereka mengecek langsung kesiapan venue, sistem pengamanan, hingga pusat layanan media.

6.000 Homestay Disiapkan untuk Peserta dari Seluruh Indonesia

Bupati Gorontalo Sofyan Puhi menegaskan daerahnya terus mematangkan persiapan melalui kolaborasi dengan pemerintah pusat dan provinsi. Sekitar 6.000 unit homestay telah disiapkan untuk mengakomodasi peserta yang datang dari berbagai provinsi.

”Ini merupakan kehormatan bagi Gorontalo. Banyak daerah menginginkan kesempatan menjadi tuan rumah PENAS, dan kepercayaan itu diberikan kepada kita,” kata Sofyan.

Peningkatan infrastruktur jalan, fasilitas publik, serta sistem pengamanan terpadu juga terus diperkuat menjelang hari pembukaan.

Dampak Ekonomi Mulai Terasa: UMKM dan Sektor Jasa Bergerak

Bupati Sofyan mengungkapkan dampak ekonomi dari penyelenggaraan PENAS XVII sudah mulai dirasakan masyarakat. Aktivitas UMKM, sektor jasa, hingga usaha pendukung lainnya menunjukkan peningkatan seiring kedatangan peserta dan tamu dari berbagai daerah.

”UMKM mulai bergerak, sektor jasa tumbuh, dan masyarakat mulai merasakan manfaat ekonomi dari pelaksanaan PENAS ini. Kami berharap dampaknya semakin luas dan berkelanjutan,” ungkapnya.

PENAS XVII tidak hanya menjadi ajang temu nasional petani dan nelayan. Bagi Gorontalo, ini menjadi momentum strategis untuk menampilkan potensi pertanian, perikanan, budaya, dan pariwisata kepada seluruh Indonesia sekaligus menggerakkan perekonomian daerah.

Reporter: Eri Subagio
Sumber: otanaha.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top