GORONTALO — Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, mengumumkan keputusan tersebut di Jakarta, Kamis (11/6/2026). Sekolah ini dirancang sebagai model pendidikan masa depan yang menggabungkan kurikulum nasional dan internasional dalam satu sistem berkelanjutan dari SD hingga SMA/SMK.
Tidak seperti sekolah konvensional, SNT mengintegrasikan pendidikan dasar dan menengah dalam satu kampus. Kurikulumnya memadukan standar nasional dengan pendekatan internasional, berbasis teknologi, serta penguatan bahasa asing.
“Satu sekolah akan dibangun di Ibu Kota Nusantara,” ujar Abdul Mu’ti. Menurutnya, dari 36 usulan yang telah terseleksi, sebagian pembangunan akan dimulai tahun ini. Sejumlah sekolah juga akan memanfaatkan gedung Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kemendikdasmen yang sudah tersedia di daerah.
Pemerintah membekali SNT dengan fasilitas modern berbasis pendekatan Science, Technology, Engineering, Arts, Mathematics, and Sports (STEAMS). Peserta didik akan dibiasakan menggunakan bahasa asing—Inggris, Mandarin, Jepang, Arab, dan Prancis—dalam proses belajar sehari-hari.
Selain akademik, sekolah ini menyediakan program sertifikasi keahlian melalui pelatihan khusus. Langkah ini untuk memperkuat kompetensi lulusan agar sesuai kebutuhan dunia kerja dan perkembangan teknologi.
Abdul Mu’ti menegaskan konsep SNT berbeda dengan Sekolah Taruna Nusantara. Jika Taruna Nusantara merupakan sekolah menengah berasrama yang menekankan pembentukan karakter, kedisiplinan, dan kepemimpinan, SNT justru nonasrama dan berfokus pada integrasi akademik serta kompetensi global.
“Sekolah Nasional Terintegrasi mengedepankan layanan pendidikan berkualitas dengan standar pendidikan terintegrasi,” kata menteri. Perbedaan ini menunjukkan pemerintah ingin menyediakan opsi pendidikan unggulan yang tidak hanya berbasis pembinaan karakter militeristik, tetapi juga penguasaan teknologi dan bahasa asing sejak dini.
Kehadiran SNT di IKN diharapkan memperkuat ekosistem pendidikan modern di ibu kota negara baru. Pemerintah menargetkan sekolah ini menjadi model pendidikan masa depan yang mencetak sumber daya manusia unggul dan berdaya saing global.
Dengan integrasi jenjang dan pendekatan STEAMS, SNT dirancang untuk menjawab tantangan era digital. Program sertifikasi keahlian juga menjadi nilai tambah bagi lulusan yang ingin langsung terjun ke industri atau melanjutkan ke perguruan tinggi.