KOTA GORONTALO — Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail menekankan bahwa keberhasilan provinsi sebagai tuan rumah PENAS Petani Nelayan XVII tidak semata-mata bergantung pada kelancaran agenda utama. Kualitas pelayanan yang diberikan oleh para LO kepada kontingen dari puluhan provinsi menjadi faktor penentu.
Dalam rapat evaluasi yang digelar di Kota Gorontalo, Gusnar meminta laporan terbaru soal jumlah kontingen, rincian peserta, hingga pejabat yang hadir. “Saya minta ada laporan ter-update. Jumlah kontingen yang akan datang, rincian pesertanya, pejabat yang hadir, semuanya harus bisa saya ikuti perkembangannya,” ujarnya tegas.
Berdasarkan laporan yang disampaikan masing-masing LO dalam rapat tersebut, sejumlah provinsi tercatat mengirimkan kontingen dalam jumlah besar. Kalimantan Timur menjadi kontingen luar daerah terbesar dengan 556 peserta, disusul Sulawesi Tengah sebanyak 508 peserta, dan Sulawesi Tenggara 306 peserta.
Kalimantan Selatan mengirimkan 298 peserta, Sulawesi Utara 290 peserta, dan Aceh 270 peserta. Jawa Barat mengirimkan 124 peserta, sementara Papua Selatan menjadi kontingen paling sedikit dengan lima peserta.
Dari sisi tuan rumah, Kabupaten Gorontalo Utara menyiapkan sekitar 3.000 peserta. Kabupaten Gorontalo dan Kabupaten Bone Bolango masing-masing sebanyak 2.000 peserta, serta Kabupaten Boalemo sebanyak 37 peserta.
Gusnar menegaskan, setiap LO wajib memahami secara mendetail kondisi serta kebutuhan kontingen yang menjadi tanggung jawabnya. Mulai dari jadwal kedatangan, fasilitas penginapan, hingga kepulangan peserta ke daerah asal harus dikuasai penuh oleh petugas penghubung.
“Masing-masing penanggung jawab sudah harus tahu persis mulai sekarang, termasuk lokasinya dan persiapannya,” kata Gubernur Gorontalo.
Rapat evaluasi itu turut dihadiri Sekretaris Daerah Provinsi Gorontalo Sofian Ibrahim, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Hortikultura Provinsi Gorontalo Muljady Mario, seluruh pimpinan OPD selaku penanggung jawab LO, serta unsur panitia penyelenggara PENAS XVII.