GORONTALO — Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan percepatan hilirisasi subsektor perkebunan menyasar langsung komoditas unggulan di Gorontalo, yakni kelapa dan kakao. Program bibit gratis dan tanam gratis menjadi ujung tombak strategi ini.
Kelapa dan kakao dipilih karena potensi ekonominya yang besar dan keterkaitannya dengan industri hilir. Kementan menilai kedua komoditas ini mampu menopang pendapatan petani secara berkelanjutan jika diolah tidak sekadar bahan mentah.
“Kami dorong hilirisasi dari hulu ke hilir. Mulai dari penyediaan bibit unggul, pendampingan teknis, hingga jaminan pasar. Petani tidak perlu khawatir soal biaya tanam,” kata Mentan Amran dalam kunjungan kerjanya di Gorontalo, pekan ini.
Petani yang tergabung dalam kelompok tani binaan akan menerima bibit kelapa dan kakao bersertifikat secara cuma-cuma. Biaya penanaman hingga perawatan awal juga ditanggung pemerintah melalui anggaran Kementan.
Program ini tidak hanya menyasar perluasan lahan, tetapi juga rehabilitasi kebun kelapa dan kakao yang sudah tidak produktif.
Kementan menargetkan produksi kelapa dan kakao di Gorontalo naik signifikan dalam dua hingga tiga tahun ke depan. Hilirisasi diharapkan mampu memotong rantai pasok panjang sehingga petani mendapat margin lebih besar.
“Kalau selama ini petani jual buah segar, ke depan mereka bisa menjual produk setengah jadi atau jadi. Nilainya bisa dua sampai tiga kali lipat,” ujar Amran.
Sejumlah petani di Kabupaten Gorontalo dan Pohuwato menyambut positif program ini. Mereka selama ini mengeluhkan harga jual yang rendah karena minimnya akses ke industri pengolahan.
“Bibit gratis sangat membantu. Kami selama ini pakai bibit asalan, hasilnya kurang maksimal. Kalau ada bantuan tanam juga, kami bisa fokus merawat kebun,” kata Hasan, petani kakao asal Kecamatan Paguyaman.
Kementan juga menyiapkan tim penyuluh lapangan untuk memastikan tanaman tumbuh optimal. Selain itu, kerja sama dengan pemerintah daerah dan BUMN perkebunan akan difasilitasi untuk menyerap hasil panen.
Program ini menjadi bagian dari peta jalan hilirisasi perkebunan nasional yang dicanangkan Presiden. Gorontalo menjadi salah satu provinsi prioritas karena potensi lahannya yang luas dan dukungan iklim yang sesuai.