Pasar Mobil Listrik China Melambat, Penjualan Xpeng Kuartal I 2026 Anjlok 33 Persen

Penulis: Ivan Setiawan  •  Rabu, 03 Juni 2026 | 02:58:01 WIB
Xpeng catat penurunan pengiriman mobil listrik 33,3 persen pada kuartal I 2026 di China.

GORONTALO — Perlambatan pasar kendaraan listrik di China mulai berdampak nyata ke produsen lokal. Xpeng, salah satu pemain utama, melaporkan pendapatan kuartal I 2026 sebesar 13,03 miliar yuan—hanya sedikit di atas estimasi analis yang sebesar 12,93 miliar yuan. Namun dari sisi volume, pengiriman kendaraan mereka ambles 33,3 persen dibanding kuartal I 2025, dari 94.008 unit menjadi 62.682 unit.

Mengutip Reuters, Xpeng memproyeksikan pendapatan kuartal II 2026 berada di kisaran 19,60 miliar hingga 20,80 miliar yuan. Angka itu memang masih tumbuh 7,3-13,8 persen year-on-year, tapi tetap di bawah konsensus analis yang mematok 21,71 miliar yuan. Lembaga industri memperkirakan pertumbuhan penjualan mobil listrik dan plug-in hybrid pada 2026 tidak akan seagresif tahun-tahun sebelumnya.

Empat Model Baru Jadi Andalan Dongkrak Penjualan

Meski tekanan pasar domestik kian terasa, Xpeng belum menyerah. CEO He Xiaopeng mengklaim perusahaan akan meluncurkan empat model baru sepanjang 2026 untuk mendorong pertumbuhan penjualan. "Didorong oleh peluncuran sukses GX, Xpeng akan menghadirkan empat model baru tahun ini yang akan mendukung pertumbuhan penjualan yang kuat," ujarnya dalam pernyataan resmi yang dikutip Reuters.

Untuk kuartal II, perusahaan menargetkan pengiriman kendaraan antara 100.000 hingga 106.000 unit. Strategi ini mengandalkan teknologi bantuan mengemudi canggih dan fitur yang semakin lengkap sebagai daya tarik utama, bukan sekadar harga murah.

Xpeng G6 Tembus 300 Unit di Indonesia, Tanda Pasar Mulai Hangat

Kabar berbeda datang dari Indonesia. Di tengah lesunya permintaan di China, Xpeng justru mencatatkan hasil positif di Tanah Air. CEO Xpeng Indonesia, Iki Wibowo, mengungkapkan penjualan wholesales Xpeng G6 Pro telah menembus sekitar 300 unit. "Pencapaian wholesales kita sudah sekitar 300 unit untuk G6 Pro," katanya beberapa waktu lalu.

Capaian itu terbilang solid untuk segmen SUV listrik premium yang kini dihuni banyak pemain kuat asal China. Angka tersebut berasal dari satu varian yang saat ini dipasarkan, menunjukkan produk Xpeng mulai diterima konsumen Indonesia. Pasar mobil listrik domestik sendiri terus tumbuh, meski persaingan harga dan fitur kian ketat.

Penurunan penjualan di China selama tujuh bulan berturut-turut hingga April lalu menjadi alarm bagi seluruh industri. Namun ekspansi ke pasar seperti Indonesia bisa menjadi bantalan bagi produsen China yang mulai kehilangan momentum di kandang sendiri.

Reporter: Ivan Setiawan
Sumber: oto.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top