GORONTALO — Aktivitas jual beli di Pasar Rakyat Liluwo tetap ramai pada Minggu (31/5/2026) meski harga sejumlah bahan pokok merangkak naik. Berdasarkan pantauan, kenaikan mulai terasa sejak Jumat pekan lalu setelah sempat turun usai Lebaran.
Pedagang di Pasar Liluwo, Erna Hasan, mengatakan bahwa kenaikan harga bahan pokok pasca-Iduladha sudah menjadi pola tahunan. “Habis lebaran itu sempat turun, baru mulai hari Jumat dia so mulai ba tambah,” ungkapnya.
Erna merinci, harga cabai rawit mencapai Rp100 ribu per kilogram, menjadikannya komoditas dengan harga tertinggi saat ini. Sementara itu, cabai merah keriting dijual Rp75 ribu per kilogram dan tomat Rp20 ribu per kilogram.
Untuk bawang, harga bawang merah berada di angka Rp50 ribu per kilogram, sedangkan bawang putih Rp36 ribu per kilogram. Sayuran lainnya juga mengalami variasi harga: wortel Rp18 ribu per kilogram, kentang Rp28 ribu per kilogram, jahe Rp35 ribu per kilogram, kunyit Rp25 ribu per kilogram, dan lengkuas Rp20 ribu per kilogram. Kemiri dibanderol Rp45 ribu per kilogram.
Harga beras di Pasar Liluwo tercatat Rp13.500 per kilogram. Untuk kacang-kacangan, kacang hijau dijual Rp38 ribu per kilogram, kacang merah Rp45 ribu per kilogram, dan kacang tanah Rp4 ribu per takaran.
Minyak goreng kemasan botol ukuran sedang dibanderol Rp13 ribu per botol, sementara kemasan besar Rp20 ribu. Harga telur ayam saat ini Rp2.500 per butir atau Rp75 ribu per baki. Adapun telur puyuh dijual Rp13 ribu per kemasan.
Erna Hasan menambahkan bahwa secara keseluruhan harga bahan pokok relatif stabil meski beberapa komoditas, terutama cabai, masih cukup mahal. Aktivitas jual beli di Pasar Liluwo tetap ramai karena masyarakat masih memenuhi kebutuhan sehari-hari setelah perayaan Iduladha.