PLN Layani 159 Pelanggan Data Center, Ekspansi Merambah Luar Jawa

Penulis: Haris Maulana  •  Minggu, 27 September 2026 | 10:22:01 WIB
PLN melayani 159 pelanggan data center dengan total kapasitas tersambung 2.038 MVA per Sabtu (26/9/2026).

GORONTALO — PT PLN (Persero) melayani 159 pelanggan data center dengan total kapasitas tersambung 2.038 megavolt ampere (MVA) per Sabtu (26/9/2026). Sekitar 99% kapasitas itu masih terpusat di sistem kelistrikan Jawa-Madura-Bali, tetapi pengembangan data center mulai merambah Sumatra, Kalimantan, dan Sulawesi. Perluasan ini menuntut PLN menyiapkan pasokan listrik di wilayah baru agar pertumbuhan sektor digital tidak tersendat.

Paragraf pembuka: Executive Vice President Penjualan dan Pelayanan Pelanggan Enterprise PLN, Dini Sulistyawati, mengungkapkan angka tersebut di tengah pesatnya perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dan transformasi digital. Sektor data center kini menjadi salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi nasional, sehingga kebutuhan listriknya ikut melonjak. Jawa Barat tercatat sebagai salah satu klaster data center terbesar di Tanah Air.

Karakter Listrik yang Diminta Sektor Data Center

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menyebut pertumbuhan data center membutuhkan dukungan kelistrikan dengan karakteristik yang semakin spesifik. Bukan sekadar pasokan besar, tetapi juga keandalan, kualitas daya, hingga pemanfaatan energi bersih.

Kondisi itu mendorong PLN menyiapkan infrastruktur dan layanan yang selaras dengan kebutuhan serta rencana pengembangan pelanggan. Perencanaan dilakukan lebih awal supaya kebutuhan energi bisa diantisipasi.

"PLN ingin pengembangan infrastruktur ketenagalistrikan dapat berjalan seiring dengan perkembangan sektor digital, dengan perencanaan yang dilakukan lebih awal agar kebutuhan energi dapat diantisipasi dan investasi dapat berkembang secara berkelanjutan," kata Darmawan, Sabtu (26/9/2026).

Peta Sebaran Pelanggan yang Mulai Bergeser

Selama ini, hampir seluruh kapasitas listrik untuk data center masih menumpuk di sistem Jawa-Madura-Bali. Konsentrasi itu membuat beban infrastruktur di pulau terpadat Indonesia kian berat.

Namun, pengembangan data center mulai merambah ke luar wilayah tersebut, termasuk Sumatra, Kalimantan, dan Sulawesi. Pergeseran ini membuka peluang ekonomi baru di daerah, tetapi sekaligus menguji kesiapan jaringan listrik di luar Jawa.

Seiring perluasan itu, kebutuhan pasokan listrik dari sektor teknologi diperkirakan terus meningkat. PLN menilai diperlukan perencanaan infrastruktur ketenagalistrikan yang selaras dengan karakteristik kebutuhan di masing-masing wilayah.

Mengapa Ekspansi ke Luar Jawa Penting

Bagi pelaku industri digital, ketersediaan listrik andal di luar Jawa berarti mereka tidak lagi terpaksa menumpuk server di Jakarta dan sekitarnya. Biaya lahan dan pendinginan di luar Jawa relatif lebih murah, sehingga ekspansi bisa menekan biaya operasional.

Bagi masyarakat setempat, masuknya data center berpotensi membuka lapangan kerja teknis dan mendorong pembangunan jaringan transmisi baru. Pemerintah daerah di Sumatra, Kalimantan, dan Sulawesi punya kesempatan menarik investasi yang selama ini hanya mengalir ke Jawa.

Penutup: Langkah PLN menyiapkan pasokan listrik di luar Jawa menentukan apakah gelombang investasi data center bisa tersebar merata atau tetap terpusat di Jawa. Dengan 99% kapasitas masih di Jawa-Madura-Bali, percepatan infrastruktur di wilayah baru menjadi pekerjaan rumah yang tidak bisa ditunda.

Reporter: Haris Maulana
Sumber: akurat.co This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top