GORONTALO — Jonatan Christie harus mengakui keunggulan Shi Yuqi pada laga pembuka final beregu putra Asian Games 2026. Tunggal pertama Indonesia itu tumbang 13-21, 18-21, membuat Indonesia sementara tertinggal 0-1 dari China.
Partai yang digelar di lapangan utama itu berjalan dua gim. Jonatan sebenarnya sempat memimpin di awal gim kedua, tetapi Shi Yuqi kembali menemukan ritmenya tepat saat tekanan memuncak.
Shi Yuqi membuka gim pertama dengan lima poin beruntun tanpa balas. Jonatan baru memutus catatan itu lewat drop shot yang tidak mampu dikembalikan lawan.
Kendali permainan tetap di tangan Shi Yuqi. Tunggal China itu menutup interval gim pertama dengan keunggulan 11-5, lalu melejit 21-13.
Gim kedua berjalan lebih ketat. Jonatan memulai dengan keunggulan 3-0, meski Shi Yuqi cepat menyamakan skor 4-4 dan 5-5.
Smes keras Shi Yuqi sempat membuatnya berbalik memimpin 7-6. Jonatan merespons dengan empat poin beruntun dan menutup interval gim kedua dengan keunggulan 11-7.
Selepas interval, Jonatan kehilangan dua angka lebih dulu. Ia sempat menjaga selisih tiga angka pada kedudukan 14-11, tetapi Shi Yuqi merebut tiga poin beruntun untuk menyamakan skor 14-14.
Kecohan Shi Yuqi membalikkan keadaan menjadi 15-14. Dua smes keras berikutnya membawa tunggal China itu menjauh 17-14.
Jonatan tidak menyerah. Ia menghentikan laju poin Shi Yuqi dan menyamakan kedudukan 17-17. Sayangnya, smes Jonatan melebar sehingga Shi Yuqi mendapat poin ke-18 lebih dulu.
Shi Yuqi meraih match point pada kedudukan 20-17 lewat smes yang ia lancarkan. Jonatan sempat menggagalkan match point pertama, tetapi netting silang Shi Yuqi mengakhiri laga dengan skor 21-18.
Kekalahan ini membuat Indonesia tertinggal 0-1 dari China pada final beregu putra. Partai berikutnya menjadi penentu apakah Indonesia bisa menyamakan kedudukan atau justru tertinggal lebih jauh.
Bagi Jonatan, hasil ini menjadi catatan tersendiri karena ia sempat memegang kendali di gim kedua. Shi Yuqi keluar sebagai penyumbang poin pertama China di laga final beregu Asian Games 2026.