GORONTALO — PT Gading Murni Perkasa 2, sebuah perusahaan yang beroperasi di kawasan kepulauan, kini memiliki kepastian pasokan energi untuk menjalankan mesin-mesin produksinya. Penyambungan listrik berdaya 82.500 VA itu memastikan seluruh lini operasional perusahaan dapat berjalan tanpa hambatan, membuka ruang lebih luas bagi pengembangan kapasitas usaha di masa depan.
Bagi wilayah kepulauan seperti Siau, akses terhadap listrik berdaya besar kerap menjadi tantangan tersendiri. Kehadiran pasokan baru ini diharapkan tidak hanya menggerakkan roda produksi PT Gading Murni Perkasa 2, melainkan juga menstimulasi aktivitas ekonomi di sekitarnya.
General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, dan Gorontalo (Suluttenggo), Usman Bangun, menyampaikan bahwa momen Harpelnas menjadi pendorong bagi PLN untuk membuktikan kualitas pelayanannya, khususnya kepada pelaku industri.
"Kami menyadari bahwa keandalan pasokan listrik adalah kunci utama berjalannya roda perekonomian dan produktivitas dunia usaha. Oleh karena itu, PLN berkomitmen untuk selalu memberikan solusi kelistrikan yang cepat, mudah, dan andal demi mendukung pertumbuhan investasi hingga ke pelosok daerah," ujar Usman.
Proses penyambungan yang berjalan lancar ini mendapat apresiasi langsung dari manajemen perusahaan. Manager PT Gading Murni Perkasa 2, Charles, mengungkapkan rasa terima kasihnya atas respons cepat tim teknis PLN. Menurutnya, kepastian aliran listrik merupakan faktor krusial yang kerap menentukan kelancaran jadwal operasional dan target produksi perusahaan.
"Kami mengucapkan terima kasih. Bagi kami, kepastian pasokan listrik ini sangat krusial untuk menunjang seluruh kegiatan operasional perusahaan. Pelayanan dari PLN sangat profesional dan memuaskan," ungkap Charles.
Manager PLN ULP Siau, Fendi A. Rare'a, menambahkan bahwa inisiatif ini adalah wujud nyata dari semangat layanan yang berorientasi pada kepuasan pelanggan. Pihaknya berupaya memastikan agar tidak ada lagi kendala energi yang menghambat laju bisnis di wilayah kerjanya.
"Hari Pelanggan Nasional bagi kami bukan sekadar seremoni, melainkan momen untuk membuktikan bahwa pelayanan PLN dapat memberikan dampak langsung yang dirasakan manfaatnya oleh masyarakat dan pelaku usaha," ungkap Fendi.
Peristiwa penyambungan ini menjadi sinyal positif bagi iklim investasi di Sulawesi Utara. Dengan pasokan infrastruktur kelistrikan yang memadai, kalangan industri dipandang akan lebih percaya diri untuk menanamkan modal dan memperluas jaringannya hingga ke kawasan timur Indonesia.
PLN sendiri berkomitmen untuk terus hadir mendampingi kebutuhan energi sektor industri dan bisnis, tidak hanya di pusat kota, tetapi juga di wilayah kepulauan terluar. Melalui layanan yang mengusung semangat "Melayani dengan Sepenuh Hati", perusahaan menargetkan percepatan elektrifikasi dapat berjalan beriringan dengan pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat.