Menkop Ferry Juliantono Dorong Koperasi Bertransformasi ke Sektor Produksi dan Digitalisasi demi Genjot Ekonomi Nasional

Penulis: Feri Andika  •  Minggu, 23 Agustus 2026 | 15:32:31 WIB
Menteri Koperasi Ferry Juliantono menyampaikan arahan terkait transformasi koperasi dalam Muktamar V Wahdah Islamiyah di Jakarta, Sabtu.

Menteri Koperasi Ferry Juliantono mendorong seluruh koperasi di Indonesia, termasuk di Gorontalo, untuk mengubah orientasi dari sekadar urusan administrasi kelembagaan menjadi entitas bisnis yang aktif di sektor produksi, distribusi, dan industri. Arahan ini disampaikan Ferry dalam acara Muktamar V Wahdah Islamiyah di Jakarta, Sabtu, sebagai bagian dari mandat reformasi besar-besaran Presiden Prabowo Subianto. Kementerian Koperasi menyiapkan sejumlah strategi, mulai dari rebranding citra koperasi, akselerasi digitalisasi, hingga perbaikan tata kelola.

JAKARTA — Menteri Koperasi Ferry Juliantono menegaskan bahwa koperasi tidak boleh lagi berpuas diri dengan sekadar menjalankan kegiatan administratif seperti Rapat Anggota Tahunan (RAT). Menurutnya, kegiatan rutin tersebut harus diikuti dengan langkah nyata berupa pengembangan usaha agar koperasi mampu kembali menjadi penggerak perekonomian nasional.

"Sekarang kami juga terus mendorong agar koperasi itu harus membangun pola pengembangan bisnis dan usaha untuk masuk ke sektor produksi, kembali ke sektor distribusi, industri dan keuangan," ujar Ferry dalam keterangan pers yang dikutip di Jakarta, Sabtu.

Koperasi Dinilai Terlalu Fokus pada Urusan Administrasi

Ferry menilai selama ini banyak koperasi yang lebih berkonsentrasi pada aspek kelembagaan internal. Padahal, pengembangan bisnis dan usaha justru menjadi kunci agar koperasi memiliki daya saing dan memberikan manfaat ekonomi nyata bagi anggotanya.

Ia mencontohkan, pelaksanaan RAT memang penting untuk menjaga tata kelola yang sehat. Namun, hasil keputusan RAT seharusnya menjadi pijakan untuk merancang strategi bisnis ke depan, bukan sekadar memenuhi kewajiban formal tahunan.

Rebranding dan Digitalisasi Jadi Kunci Tarik Minat Generasi Muda

Untuk menjawab tantangan zaman, Kementerian Koperasi menyiapkan beberapa strategi utama. Pertama, melakukan rebranding menyeluruh untuk mengubah citra koperasi yang kerap dianggap sebagai entitas usaha kuno, terutama di mata generasi muda.

Kedua, mendorong koperasi eksisting untuk memanfaatkan teknologi digital dalam menjalankan kegiatan usahanya. Ferry menegaskan, koperasi yang gagap teknologi berisiko besar tertinggal di tengah persaingan ekonomi yang makin kompetitif.

"Koperasi yang tidak mengikuti perkembangan teknologi berisiko tertinggal," tegasnya.

Kolaborasi dengan Pesantren dan Masjid

Pemerintah tidak hanya fokus pada koperasi konvensional. Ferry mengungkapkan, pihaknya tengah menggandeng berbagai elemen masyarakat, termasuk pondok pesantren dan komunitas, untuk mengembangkan model koperasi baru.

Bahkan, Kementerian Koperasi tengah menggagas pembentukan entitas usaha berbasis koperasi di lingkungan masjid. Langkah ini diharapkan dapat menghidupkan aktivitas ekonomi yang memberikan manfaat langsung bagi jamaah dan masyarakat sekitar.

Transformasi besar-besaran ini dinilai krusial untuk merealisasikan visi Presiden Prabowo Subianto agar koperasi kembali menjadi sokoguru perekonomian nasional, bukan sekadar organisasi seremonial.

Reporter: Feri Andika
Sumber: gorontalo.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top