GORONTALO — Briptu Daffa Mahesa Hamid, personel Binmas Polda Gorontalo, membuktikan bahwa profesi sebagai pengayom masyarakat tidak menghalangi seseorang untuk berwirausaha. Anggota polisi berusia 23 tahun itu kini mengelola satu lapak kuliner bakso dan dumpling yang berlokasi strategis di area Bundaran Gorontalo.
Dari lapak tersebut, Daffa mengantongi omzet harian yang terbilang besar, yakni berkisar antara Rp 1,5 juta hingga Rp 2 juta per hari. Angka ini menunjukkan bahwa usaha kuliner yang dijalaninya di sela-sela tugas kepolisian memiliki prospek yang menjanjikan.
Perjalanan Daffa menuju kesuksesan tidaklah instan. Sebelum mengenakan seragam coklat, pria asal Lampung ini sempat menjalani berbagai pekerjaan kasar untuk bertahan hidup dan membantu perekonomian keluarga.
"Saya pernah ngamen, jadi tukang pijat, hingga jualan siomay keliling. Yang penting dapat uang halal dan itu tidak membuat saya malu," ungkap Briptu Daffa kepada Dulohupa.id.
Kegemarannya di dunia memasak mendorong Daffa untuk mencoba peruntungan di sektor usaha. Pada 2021, ia mulai merintis bisnis siomay keliling. Usaha tersebut sempat berkembang pesat hingga memiliki sembilan lapak yang tersebar di berbagai titik di Gorontalo.
Namun, dinamika pekerjaan sebagai anggota Polri memaksanya untuk mengerem laju ekspansi bisnis tersebut. Kurangnya waktu untuk mengontrol operasional secara langsung menjadi alasan utama ia memangkas jumlah lapaknya hingga menjadi satu.
"Kurangnya waktu menjadi alasan tidak bisa mengontrol penjualan," jelasnya.
Keputusan ini diambil demi menjaga kualitas pelayanan dan memastikan usaha yang dijalankan tetap sehat. Kini, Daffa lebih memilih fokus mengelola satu lapak utama di area Bundaran dibandingkan membiarkan banyak cabang tanpa pengawasan optimal.
Lapak kuliner milik Briptu Daffa menawarkan aneka varian menu yang tergolong unik. Untuk bakso, tersedia ukuran besar seharga Rp 10.000 dan ukuran kecil Rp 5.000. Selain bakso, pengunjung dapat mencoba dumpling, olahan daging lobster, hingga dumpling udang keju.
Keunggulan usaha ini juga terletak pada variasi rasa yang disajikan, seperti kacang, barbeku saus rempah, hingga mayones kecap rica. Varian racikan barbeku saus kacang rica menjadi menu yang paling direkomendasikan bagi pelanggan.
Dari omzet harian yang diraih, Daffa mengungkapkan komposisi biaya operasional dan keuntungan yang cukup jelas. Sebanyak 60 persen dari pendapatan dialokasikan untuk modal bahan baku dan operasional, sementara 40 persen lainnya menjadi keuntungan bersih.
"Perbandingannya 60 persen untuk modal bahan dan operasional, sementara keuntungan bersihnya sekitar 40 persen," tuturnya.
Kisah Briptu Daffa menjadi contoh nyata bahwa seorang anggota kepolisian dapat berkarya dan berwirausaha secara mandiri tanpa meninggalkan tugas utamanya sebagai pengayom masyarakat. Usaha yang dijalankan dengan prinsip kehalalan ini pun menjadi inspirasi bagi warga Gorontalo yang ingin merintis bisnis serupa.