GORONTALO — Sebanyak 12.000 ton beras bantuan pangan Presiden Prabowo Subianto mulai disalurkan kepada masyarakat di empat kabupaten di Provinsi Gorontalo. Percepatan distribusi ini merupakan instruksi langsung Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail kepada Bulog setelah rapat pengendalian inflasi bersama Kementerian Dalam Negeri, Rabu (pekan ini).
Kepala Dinas Kominfo dan Statistik Provinsi Gorontalo Trizal Entengo mengatakan, langkah ini diambil setelah Indeks Perkembangan Harga (IPH) beras di provinsi itu menembus 8,06 persen secara mingguan pada pekan kedua Agustus. Angka tersebut menjadi sinyal tekanan harga yang cukup serius di tengah musim kemarau.
Tekanan harga beras tidak merata di seluruh kabupaten. Data Dinas Kominfo dan Statistik mencatat, kenaikan IPH tertinggi terjadi di Kabupaten Bone Bolango sebesar 13,01 persen, disusul Pohuwato 9,67 persen dan Gorontalo Utara 6,47 persen.
“Jadi kemarin setelah rapat dengan Sekjen Kemendagri, Bapak Gubernur langsung menghubungi Bulog untuk segera menyalurkan beras bantuan pangan Presiden Prabowo. Hari ini sudah mulai ditindaklanjuti,” kata Trizal di Gorontalo, Rabu.
Gubernur Gusnar Ismail meminta Bulog menyelesaikan penyaluran beras untuk alokasi tiga bulan sekaligus, yakni Juli, Agustus, dan September. Instruksi tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan menetapkan 16 kecamatan sebagai lokasi distribusi.
Wilayah penyaluran tersebar di Kabupaten Pohuwato, Bone Bolango, Gorontalo Utara, dan Boalemo. Seluruh proses distribusi ditargetkan rampung pada 26 Agustus mendatang.
Gubernur mengimbau masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan beras. Stok di Gorontalo dipastikan masih mencukupi sehingga pembelian secara berlebihan tidak diperlukan.
Percepatan distribusi ini diharapkan memperkuat pasokan di tingkat masyarakat sekaligus meredam gejolak harga. Bulog memastikan logistik penyaluran berjalan lancar hingga seluruh alokasi 12.000 ton tersalurkan tepat waktu.