GORONTALO — Koordinator Wilayah Kerja KemenHAM Gorontalo, Sarton Dali, menyampaikan apresiasi kepada jajaran Kementerian Hukum, khususnya Kanwil Kemenkum Gorontalo, atas terselenggaranya peringatan Hari Pengayoman ke-81. Menurutnya, momentum ini bukan sekadar ajang refleksi pengabdian, melainkan juga ruang untuk mempererat hubungan kelembagaan yang kini berdiri sebagai kementerian terpisah.
“Selamat Hari Pengayoman ke-81 untuk Kementerian Hukum, khususnya Kantor Wilayah Kementerian Hukum Gorontalo,” ujar Sarton dalam sambutannya, Rabu malam.
Sarton menegaskan bahwa perubahan struktur kelembagaan tidak boleh menjadi penghalang bagi keberlanjutan kerja sama yang telah berjalan. Sejumlah perjanjian kerja sama yang dibangun sebelumnya dinilai mampu menjadi fondasi untuk memperkuat koordinasi dan komunikasi antarlembaga.
“Hal-hal positif yang telah kita kerjasamakan selama ini tetap terjalin dan bisa ditingkatkan pada tahap-tahap selanjutnya,” katanya.
Ia berharap kolaborasi ini dapat memperkuat silaturahmi dan kerja sama di bidang penegakan hukum serta hak asasi manusia di Indonesia, khususnya di Gorontalo. “Harapan kami dengan ini terjadi peningkatan kualitas pelayanan publik kepada masyarakat lebih meningkat,” tuturnya.
Mengusung tema “Transformasi Digital untuk Pelayanan Hukum yang Mengayomi dan Berdampak”, Kepala Kanwil Kemenkum Gorontalo, Raymond Johanis Hendraputra Takasenseran, menyebut peringatan ini menjadi pendorong bagi jajarannya untuk melahirkan inovasi pelayanan berbasis teknologi.
Menurut Raymond, pelayanan hukum tidak cukup hanya cepat dan modern, tetapi juga harus menyentuh kebutuhan masyarakat. “Pelayanan hukum yang kami hadirkan tidak hanya cepat dan modern secara digital, tapi juga benar-benar menyentuh, mengayomi, dan memberikan dampak positif yang nyata bagi masyarakat Gorontalo,” ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Raymond juga mengajak seluruh jajaran dan tamu undangan untuk menunjukkan kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT), baik melalui doa maupun bantuan sesuai kemampuan masing-masing.
Peringatan Hari Pengayoman ke-81 di Gorontalo tahun ini menjadi lebih dari sekadar seremoni tahunan. Acara tersebut menjadi ruang untuk mempererat hubungan antarlembaga, memperluas akses pelayanan publik, sekaligus memastikan kehadiran negara semakin dirasakan oleh masyarakat.