Laba Pertamina Melonjak Jadi Rp24,97 Triliun, Krakatau Steel Sukses Balik ke Zona Hitam

Penulis: Haris Maulana  •  Kamis, 02 Juli 2026 | 12:18:31 WIB
Laba PT Pertamina meningkat tajam mencapai Rp24,97 triliun pada periode terakhir.

GORONTALO — Perbaikan kinerja tidak hanya terjadi di sektor energi. PT Pupuk Indonesia, misalnya, mencatat kenaikan laba konsolidasi dari Rp1,59 triliun menjadi Rp4,82 triliun pada periode yang sama. Rosan menegaskan bahwa pertumbuhan ini merata di berbagai sektor, mulai dari perbankan, logistik, hingga industri manufaktur.

"Kinerja positif turut terjadi di berbagai sektor lain," ujar Rosan, Kamis (2/7/2026).

Krakatau Steel hingga Semen Indonesia Berhasil Balikkan Kerugian

Transformasi BUMN juga terlihat dari kemampuan sejumlah perusahaan membalikkan kondisi keuangan yang sebelumnya merah. PT Krakatau Steel (Persero) berhasil mengubah kerugian Rp981 miliar menjadi laba Rp635 miliar. Selain itu, perseroan berhasil menurunkan beban utang dari sekitar USD1,7 miliar menjadi USD1,1 miliar.

Perbaikan serupa terjadi di PT Kimia Farma Tbk. Perusahaan farmasi pelat merah itu membalikkan kerugian Rp160 miliar menjadi laba Rp108 miliar. PT Len Industri juga mencatat perbaikan signifikan, dari rugi Rp228 miliar menjadi laba Rp314 miliar.

Di sektor semen, PT Semen Indonesia (Persero) Tbk berhasil meningkatkan kinerjanya. Perusahaan yang sebelumnya mencatat rugi Rp66 miliar kini membukukan laba Rp106 miliar.

Danantara: Kekuatan BUMN Tak Cuma Soal Laba

Menurut Rosan, transformasi yang dikelola melalui Danantara Indonesia tidak sekadar menjadikan BUMN sebagai mesin pencetak keuntungan. Ia menekankan bahwa perusahaan pelat merah juga harus menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi melalui pembiayaan sektor produktif dan peningkatan daya saing.

"Kekuatan BUMN kini tidak hanya diukur dari besarnya aset atau laba, tetapi juga dari kontribusinya terhadap pembangunan ekonomi nasional," jelas Rosan.

Pencapaian ini menjadi sinyal awal bahwa konsolidasi pengelolaan BUMN mulai berdampak luas, tidak hanya memperbaiki kinerja perusahaan tertentu, tetapi juga memperkuat fundamental ekonomi nasional.

Reporter: Haris Maulana
Sumber: infobanknews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top