GORONTALO — Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie mendorong para orang tua untuk lebih percaya diri dalam mendampingi anak-anak tunarungu. Ia menekankan bahwa anak-anak dengan hambatan pendengaran memiliki potensi yang sama untuk tumbuh dan bersosialisasi di tengah masyarakat.
Pernyataan itu disampaikan Idah saat menghadiri sosialisasi terapi dan penanganan gangguan pendengaran yang digelar NOBEL Audiology Center di Manna Caffe, Kelurahan Moodu, Kota Gorontalo, Sabtu (16/5/2026). Kegiatan ini diikuti oleh 45 anak tunarungu yang didampingi orang tua masing-masing.
Idah yang juga mantan Bunda Disabilitas Provinsi Gorontalo itu memberikan motivasi khusus kepada para orang tua. Menurutnya, rasa minder justru akan menghambat perkembangan anak-anak tunarungu.
“Saya harapkan orang tua jangan malu dan jangan minder. Tetap ajak anak-anak ini dalam berbagai kegiatan bersama masyarakat. Jangan hanya di rumah saja, karena kita tidak pernah tahu bakat dan kemampuan luar biasa yang mereka miliki,” ujar Idah dalam sambutannya.
Idah menilai edukasi terkait deteksi dini gangguan pendengaran masih perlu terus diperluas. Penanganan dan terapi yang tepat sejak dini, kata dia, akan sangat menentukan masa depan anak-anak yang mengalami hambatan pendengaran.
“Atas nama Pemerintah Provinsi Gorontalo, saya menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada NOBEL Audiology Center atas inisiatif dan kepeduliannya dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai kesehatan pendengaran,” tambahnya.
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama NOBEL Lewis Brata menyerahkan bantuan lima unit alat bantu dengar gratis kepada anak-anak yang membutuhkan. Bantuan ini diharapkan dapat membantu mereka berkomunikasi dan beraktivitas lebih optimal.
Idah juga mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan ibu dan anak sejak masa kehamilan hingga 1.000 hari pertama kehidupan. Ia menekankan pemberian imunisasi campak sebagai salah satu langkah melindungi tumbuh kembang dan kesehatan anak sejak dini.