GORONTALO — Enam puluh mahasiswa dari empat fakultas di Universitas Bina Mandiri Gorontalo (UBMG) bersaing dalam seleksi Duta Generasi Berencana (Genre). Ajang ini merupakan hasil sinergi antara UBMG dan BKKBN Provinsi Gorontalo di bawah program Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga.
Para peserta mendapatkan materi tentang perencanaan masa depan, pendewasaan usia perkawinan, hingga risiko pergaulan bebas. Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, MBKM, dan Kerja Sama UBMG, Ns. Andriyanto Dai, M.Kep, menegaskan kampus memiliki tanggung jawab moral mencetak mahasiswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tapi juga mampu membentengi diri dari pengaruh negatif lingkungan sosial.
Menurut Andriyanto, program Genre memiliki tiga pilar utama. Pertama, pendewasaan usia perkawinan. Mahasiswa diedukasi bahwa masa kuliah merupakan fase krusial untuk mengasah kapasitas diri, kompetensi akademik, dan pengalaman organisasi sebelum memasuki jenjang rumah tangga.
Kedua, persiapan kehidupan berkeluarga yang berkualitas. Dalam sesi ini, peserta dibekali pemahaman soal kesiapan fisik, mental, emosional, sosial, hingga finansial sebelum memutuskan membangun keluarga. Ketiga, pembentukan pendidik sebaya melalui penguatan Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R).
"Mahasiswa adalah agen perubahan dan generasi penerus bangsa. Mereka harus memiliki perencanaan hidup yang matang, menjaga kesehatan reproduksi, menjauhi pergaulan bebas, serta terus meningkatkan kualitas diri lewat prestasi akademik maupun non-akademik," ujar Andriyanto.
Tim BKKBN Provinsi Gorontalo mengapresiasi konsistensi UBMG dalam membuka ruang kolaborasi untuk penguatan edukasi generasi berencana. Menurut mereka, perguruan tinggi memiliki peran strategis mencetak generasi berkualitas yang menjadi pelopor perubahan positif di tengah masyarakat.
Ke depan, UBMG berencana membentuk volunteer mahasiswa Genre. Relawan ini diharapkan menjadi perpanjangan tangan edukasi bagi sesama mahasiswa dan masyarakat luas terkait perencanaan kehidupan, penolakan terhadap pergaulan bebas, pencegahan pernikahan dini, serta bahaya penyalahgunaan narkoba.
Melalui kegiatan ini, UBMG menegaskan posisinya sebagai kampus yang tak hanya fokus pada pengembangan akademik. Kampus ini juga aktif membangun karakter, kepemimpinan, dan kualitas generasi muda menuju target Indonesia Emas 2045.