GORONTALO — Angka Indeks Ketimpangan Gender (IKG) Provinsi Gorontalo terus membaik. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik yang dirilis tahun 2026, IKG Gorontalo pada 2025 turun menjadi 0,343, lebih rendah dari 0,365 pada 2024. Capaian ini juga berada di bawah rata-rata nasional, menandakan kesenjangan antara laki-laki dan perempuan dalam akses pembangunan semakin menyempit.
Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) memberikan apresiasi atas tren positif ini. Apresiasi disampaikan langsung oleh Deputi Bidang Kesetaraan Gender, Amurwani Dwi Lestariningsih, saat membuka kegiatan Diseminasi Pengarusutamaan Gender (PUG) di Hulonthallo Ballroom, Sabtu (9/5/2026).
“Penurunan IKG Gorontalo menjadi capaian penting yang perlu dijaga secara berkelanjutan,” ujar Amurwani dalam sambutannya. Menurutnya, membaiknya indeks ini menunjukkan komitmen kuat Pemerintah Provinsi Gorontalo di bawah kepemimpinan Gusnar Ismail dan Idah Syahidah Rusli Habibie.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Gorontalo, dr. Yana Yanti Suleman, menegaskan bahwa capaian ini tidak membuat pemerintah daerah berpuas diri. “Capaian IKG yang terus membaik harus kita pertahankan, bahkan harus kita tingkatkan,” katanya.
Salah satu langkah strategis yang telah dilakukan adalah penyusunan Rencana Aksi Daerah Pengarusutamaan Gender (RAD PUG). Dokumen ini menjadi peta jalan pelaksanaan PUG di Gorontalo, mulai dari perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, pemantauan, hingga evaluasi pembangunan daerah.
“Kita menyadari masih banyak aspek yang perlu dibenahi, terutama dalam memastikan kebijakan pembangunan benar-benar responsif gender, berpihak pada kelompok rentan, dan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat,” tambah Yana.
Penguatan PUG tidak hanya menyasar indikator kesetaraan gender semata. Pemerintah Provinsi Gorontalo menargetkan kebijakan responsif gender ini dapat mendukung pencapaian indikator pembangunan daerah lainnya, seperti penurunan angka kemiskinan, percepatan penurunan stunting, penanganan anak tidak sekolah, serta peningkatan Indeks Pembangunan Manusia dan Indeks Pembangunan Gender.
Yana menekankan, keberhasilan menekan ketimpangan gender tidak bisa dibebankan hanya pada satu perangkat daerah. Diperlukan kerja kolaboratif seluruh pihak, termasuk pemerintah kabupaten/kota, akademisi, dunia usaha, media, lembaga masyarakat, dan masyarakat luas.
Kegiatan Diseminasi PUG menjadi momentum untuk memperkuat pemahaman bahwa kesetaraan gender merupakan bagian dari strategi pembangunan daerah. Ketika akses, partisipasi, kontrol, dan manfaat pembangunan dapat dirasakan secara adil oleh seluruh kelompok masyarakat, kualitas pembangunan daerah diyakini akan semakin meningkat.
Dengan IKG yang terus membaik dan hadirnya RAD PUG sebagai peta jalan, Provinsi Gorontalo diharapkan konsisten mendorong pembangunan inklusif dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.