Menteri KKP Puji Kualitas Kampung Nelayan Leato Selatan di Gorontalo

Penulis: Gilang Permana  •  Jumat, 08 Mei 2026 | 14:20:01 WIB
Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono meninjau langsung kawasan Kampung Nelayan Merah Putih Leato Selatan di Gorontalo.

KOTA GORONTALO — Kawasan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Leato Selatan di Kota Gorontalo resmi beroperasi penuh setelah menyelesaikan seluruh tahapan pembangunan pada akhir 2025. Proyek ini menjadi titik pertama di wilayah Indonesia Timur yang dipantau langsung oleh Menteri Kelautan dan Perikanan RI Sakti Wahyu Trenggono dalam rangkaian roadshow nasional.

Menteri Trenggono menyatakan kepuasannya terhadap hasil pengerjaan infrastruktur yang dinilai sudah sesuai spesifikasi teknis. Kehadiran fasilitas ini diharapkan mampu mengubah wajah pesisir Gorontalo sekaligus memperkuat sektor agromaritim yang tengah digenjot oleh pemerintah daerah.

Pabrik Es Portabel Mulai Produksi 600 Balok per Bulan

Ketua Koperasi Kelurahan Merah Putih Leato Selatan, Abdul Rahman Lamusu, mengungkapkan bahwa sejumlah unit usaha di kawasan tersebut telah berjalan. Salah satu fasilitas utama, yakni pabrik es portabel, sudah beroperasi dalam dua bulan terakhir untuk melayani kebutuhan nelayan dan pengumpul ikan.

“Pabrik es tersebut mampu memproduksi hingga 600 balok es per bulan. Selain itu, dalam dua pekan terakhir kami juga telah membuka kios pembekalan, kios kuliner, bengkel nelayan, hingga cold storage untuk penyimpanan ikan,” ujar Abdul Rahman.

Pembangunan kawasan ini sejatinya telah rampung sejak 31 Desember 2025. Keberadaan fasilitas yang dekat dengan area pendaratan ikan sangat membantu nelayan dalam menekan biaya operasional, terutama untuk mendapatkan es berkualitas agar menjaga kesegaran hasil tangkapan.

Tantangan Jarak Dua Kilometer Menuju Dermaga Utama

Meski memberikan nilai tinggi pada kualitas bangunan, Menteri Trenggono memberikan catatan khusus mengenai tata letak kawasan. Terdapat jarak sekitar dua kilometer antara pusat aktivitas KNMP dengan dermaga pendaratan yang berada di kawasan pelabuhan penyeberangan.

Menteri menilai jarak tersebut menjadi tantangan dalam optimalisasi pelayanan nelayan. Pemerintah pusat mendorong adanya solusi teknis agar akses pendaratan ikan hingga proses distribusi di pusat KNMP bisa berjalan lebih efektif dan efisien tanpa terkendala jarak tempuh.

Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail, yang mendampingi kunjungan tersebut pada Kamis (7/5/2026), membenarkan bahwa kualitas gedung KNMP Leato Selatan memiliki standar yang sangat baik. Bahkan, kualitasnya diklaim mampu bersaing dengan proyek serupa di daerah lain di Indonesia.

Dampak Nyata bagi Ekonomi Masyarakat Pesisir Gorontalo

Gubernur Gusnar menegaskan bahwa manfaat KNMP mulai dirasakan nyata oleh masyarakat pesisir. Program ini tidak hanya sekadar membangun fisik bangunan, tetapi juga menyediakan ekosistem usaha yang dikelola langsung oleh koperasi masyarakat setempat.

“KNMP ini dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Misalnya masyarakat yang membutuhkan es, tempatnya sudah semakin dekat, termasuk untuk pendaratan ikan, dermaga, dan segala macam,” kata Gusnar.

Dalam peninjauan tersebut, turut hadir Wakil Gubernur Idah Syahidah Rusli Habibie, Sekretaris Daerah Provinsi Sofian Ibrahim, serta Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Gorontalo Aryanto Husain. Sinergi lintas instansi ini diharapkan dapat memastikan keberlanjutan operasional KNMP sebagai motor baru ekonomi kelautan di Gorontalo.

Reporter: Gilang Permana
Sumber: berita.gorontaloprov.go.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top