BOALEMO — Pemerintah Kabupaten Boalemo mulai merealisasikan program unggulan di sektor pertanian dan peternakan melalui agenda temu wicara langsung dengan warga. Langkah ini diambil untuk memastikan distribusi bantuan bibit tepat sasaran sekaligus menyerap aspirasi para petani di lapangan.
Bupati Boalemo Rum Pagau menegaskan bahwa intervensi pemerintah daerah saat ini berfokus pada peningkatan pendapatan masyarakat melalui komoditas perkebunan produktif. Menurutnya, pemilihan jenis tanaman bantuan telah disesuaikan dengan potensi lahan yang ada di wilayah Wonosari.
Dalam pertemuan tersebut, pemerintah daerah merinci sejumlah bantuan bibit yang akan diserahkan kepada masyarakat. Program ini tidak hanya menyasar sektor perkebunan rakyat, tetapi juga menyentuh aspek pelestarian lingkungan melalui tanaman tertentu.
Adapun jenis bibit unggulan yang menjadi prioritas penyaluran meliputi:
“Tentunya Program ini dilaksanakan untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Boalemo di masa yang akan datang,” kata Bupati Rum Pagau di hadapan masyarakat petani Wonosari, Senin (4/5/2026).
Rum Pagau optimistis bahwa masyarakat di Kecamatan Wonosari mampu mengelola dan mengembangkan bantuan bibit tersebut secara mandiri. Ia menilai sektor pertanian tetap menjadi tulang punggung ekonomi daerah yang harus mendapat perhatian serius lewat penguatan modal bibit.
“Saya meyakini program ini bisa berjalan dengan baik. Dan program ini tentunya bisa meningkatkan perekonomian masyarakat Boalemo,” ujar Rum Pagau menekankan pentingnya keberlanjutan program tersebut.
Agenda temu wicara ini juga dihadiri oleh sejumlah pejabat teras di lingkungan Pemkab Boalemo. Selain Bupati, tampak hadir Wakil Bupati Lahmudin Hambali, Sekretaris Daerah Prof. Dr. Ir. Nurdin Baderan, SP, M.Si, serta Kepala Dinas Pertanian Faisal Hurudji.
Kehadiran para kepala desa se-Kecamatan Wonosari dalam kegiatan ini diharapkan dapat mempercepat proses pendataan kelompok tani yang berhak menerima manfaat. Pemerintah daerah menargetkan penyaluran bibit ini dapat memberikan dampak signifikan terhadap struktur ekonomi perdesaan dalam beberapa tahun ke depan.