Wabup Pohuwato Iwan Adam Pimpin Hardiknas 2026, Tekankan Mutu Pendidikan

Penulis: Fandi Setiawan  •  Senin, 04 Mei 2026 | 16:35:05 WIB

POHUWATO — Pemerintah Kabupaten Pohuwato menggelar puncak peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 dengan khidmat di halaman Kantor Bupati, Senin (4/5/2026). Upacara yang dipimpin Wakil Bupati Iwan S. Adam ini dihadiri jajaran Forkopimda, tenaga pendidik, hingga siswa dengan mengenakan pakaian adat khas Gorontalo.

Mengusung tema "Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua", Hardiknas tahun ini menjadi refleksi atas peran strategis pendidikan dalam pembangunan daerah. Iwan Adam hadir mewakili Bupati Pohuwato Saipul Mbuinga yang berhalangan hadir karena agenda kedinasan lainnya.

Filosofi Ki Hajar Dewantara dan Relevansi Asta Cita

Dalam amanatnya, Wakil Bupati Iwan S. Adam membacakan sambutan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia. Ia menekankan bahwa pendidikan merupakan proses tulus untuk memanusiakan manusia serta mengembangkan potensi fitrah makhluk Tuhan.

"Pendidikan pada hakikatnya adalah proses yang dilaksanakan secara tulus dan penuh kasih sayang untuk memanusiakan manusia. Pendidikan juga merupakan proses menemukan serta mengembangkan fitrah dan potensi manusia sebagai makhluk Tuhan yang mulia," ujar Iwan Adam.

Iwan mengingatkan kembali pesan Ki Hajar Dewantara mengenai sistem among yang mencakup asah (ilmu), asih (kasih sayang), dan asuh (pendampingan). Nilai-nilai ini dinilai selaras dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dalam membangun sumber daya manusia yang tangguh menuju Indonesia Maju.

Tantangan Mutu Pendidikan dan Penguatan Ekosistem

Pemerintah menyoroti pentingnya kolaborasi empat pusat pendidikan: sekolah, keluarga, masyarakat, dan media. Dalam 18 bulan terakhir, Kementerian Pendidikan telah meletakkan fondasi regulasi untuk memperkuat ekosistem tersebut guna menjamin mutu pendidikan yang berkelanjutan.

Namun, Iwan menegaskan bahwa kebijakan teknis tidak akan berdampak signifikan tanpa perubahan mendasar pada tiga aspek utama. Hal itu meliputi pola pikir (mindset) yang maju, mentalitas yang kuat, serta misi yang lurus dari para pelaksana pendidikan di lapangan.

"Tanpa ketiganya, berbagai kebijakan hanya akan menjadi program formalitas yang berhenti pada capaian angka semata," tegasnya di hadapan peserta upacara yang terdiri dari guru dan pengawas sekolah se-Kabupaten Pohuwato.

Tarian Dana-Dana Kolosal Tutup Rangkaian Hardiknas

Suasana upacara yang semula formal berubah menjadi semarak saat memasuki sesi penutup. Rangkaian acara diakhiri dengan penampilan tarian tradisional Dana-Dana secara kolosal yang melibatkan ratusan peserta dari berbagai jenjang pendidikan.

Wakil Bupati, Ketua TP PKK Pohuwato Selfi Mbuinga Monoarfa, serta jajaran pimpinan OPD turut turun ke lapangan untuk menari bersama para siswa TK, SD, dan SMP. Aksi kolektif ini menjadi simbol kebersamaan dalam memajukan dunia pendidikan di Kabupaten Pohuwato.

Melalui peringatan ini, Pemerintah Kabupaten Pohuwato mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk terus memperkuat sinergi. Kolaborasi lintas sektor diharapkan mampu mencetak generasi yang berakhlak mulia, cerdas, dan mandiri demi masa depan daerah yang lebih bermartabat.

Reporter: Fandi Setiawan
Back to top