IAIN Gorontalo Gelar Seminar Disrupsi Ekonomi Akibat Perang Global

Penulis: Heri Wijaya  •  Sabtu, 02 Mei 2026 | 18:27:26 WIB
Ketua Umum PP PERGUNU Prof. Dr. KH. Asep Saifuddin Chalim membuka seminar nasional di IAIN Gorontalo.

Gorontalo — Seminar nasional yang mempertemukan akademisi dan praktisi ekonomi syariah berlangsung khidmat di Fakultas Syariah IAIN Sultan Amai Gorontalo. Acara dimulai pukul 09.30 WITA dan dihadiri langsung Ketua Umum PP PERGUNU Prof. Dr. KH. Asep Saifuddin Chalim, tokoh nasional yang juga pendiri Pondok Pesantren Amanatul Ummah. Selain beliau, hadir pula Rektor IAIN Sultan Amai Gorontalo Prof. Dr. Ahmad Faisal, Wakil Rektor I Dr. Herson Anwar, dan Wakil Rektor III Dr. Sahmin Madina beserta ratusan mahasiswa.

Kolaborasi antara Jurusan Hukum Ekonomi Syariah IAIN Gorontalo dan PW PERGUNU Gorontalo menghadirkan tiga narasumber utama yang ahli dalam perspektif hukum ekonomi syariah. Dr. Dikson T. Yasin, koordinator panitia, menjelaskan bahwa tema seminar ini lahir dari urgensi melihat dinamika perang global yang berdampak langsung pada stabilitas ekonomi bangsa. Kehadiran Kiai Asep dianggap relevan karena pengalaman luas beliau dalam membangun lembaga pendidikan yang berkembang pesat.

Fondasi Spiritual sebagai Kunci Stabilitas Ekonomi

Prof. Dr. KH. Asep Saifuddin Chalim menekankan pentingnya membangun fondasi spiritual sebagai dasar kestabilan hidup dan ekonomi. Di hadapan ratusan mahasiswa, Kiai Asep mengajak generasi muda untuk memperkuat hubungan dengan Allah SWT melalui disiplin ibadah, termasuk bangun malam dan melaksanakan salat malam serta menjaga salat subuh.

Pengalaman Kiai Asep dalam membangun Pondok Pesantren Amanatul Ummah menjadi bukti konkret teori yang disampaikan. Dari sebuah pondok kecil, lembaga tersebut kini memiliki puluhan ribu santri yang tersebar di berbagai kampus ternama. "Ekonomi yang kuat harus dimulai dari manusia yang kuat secara spiritual, berilmu, disiplin dan memiliki keberanian untuk membangun," demikian pesan utama yang tersampaikan dari materi Kiai Asep.

Sejak tahun 2015 mendirikan perguruan tinggi, institusi pendidikan yang dipimpinnya telah mencapai perkembangan signifikan dengan program S1, S2, dan S3, serta tiga jurnal bereputasi Scopus. Pencapaian ini menjadi contoh nyata bagaimana fondasi spiritual dan manajemen yang tepat dapat menghasilkan produktivitas ekonomi.

Amar Ma'ruf Nahi Munkar dalam Kebijakan Ekonomi

Narasumber kedua, Gus Abdullah Aniq Nawawi pengurus PBNU, menekankan bahwa konsep amar ma'ruf nahi munkar memiliki jangkauan luas termasuk dalam bidang ekonomi. Menurutnya, dakwah Islam harus mampu menjawab persoalan kesejahteraan masyarakat secara komprehensif.

Gus Aniq juga menyinggung identitas Gorontalo sebagai "Serambi Madinah" yang perlu diterjemahkan dalam tata kehidupan sosial, ekonomi, dan keagamaan. "Serambi Madinah perlu diterjemahkan dalam gerakan nyata. Masyarakatnya harus kuat secara moral, sosial, dan ekonomi," ujarnya dalam materi seminar tersebut.

Geopolitik Global dan Ekonomi Syariah

Prof. Dr. H. Sofyan AP. Kau, akademisi Fakultas Syariah IAIN Gorontalo, membawa perspektif geopolitik dalam diskusi ekonomi. Beliau mengulas isu-isu kontemporer termasuk dinamika konflik global dan pengaruhnya terhadap stabilitas ekonomi lokal. Sofyan dikenal tajam dalam mengurai persoalan keislaman kontemporer dan geopolitik Timur Tengah.

Seminar yang dimoderatori oleh Hendra Yasin ini melibatkan diskusi mendalam tentang bagaimana ketegangan global dapat mempengaruhi strategi ekonomi Indonesia, khususnya melalui lensa hukum ekonomi syariah. Peserta diajak untuk memahami mekanisme dampak perang global terhadap inflasi, nilai tukar rupiah, dan daya beli masyarakat.

Partisipasi Luas dari Akademisi dan Komunitas

Kehadiran puluhan pejabat akademik dari berbagai institusi menunjukkan perhatian serius terhadap isu tersebut. Hadir Dekan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Prof. Dr. H. Arten Mobonggi, Dekan Fakultas Syariah Prof. Dr. H. Sofyan AP. Kau, Ketua LP2M Dr. Nova Effenty Mohammad, serta Rektor UNU Gorontalo Prof. Dr. H. Lahaji.

Keikutsertaan Sekretaris Jenderal PP PERGUNU Dr. Aris Adi Leksono yang juga menjabat Ketua KPAI RI menunjukkan skala nasional acara ini. Turut hadir pula tokoh pesantren lainnya, pengurus Banom NU, perwakilan PMII, dan Komisioner KPU Provinsi Gorontalo Risan Pakaya, mencerminkan kolaborasi lintas institusi dalam memandang isu ekonomi syariah.

Relevansi Hukum Ekonomi Syariah di Tengah Ketegangan Geopolitik

Seminar ini hadir pada momentum krusial ketika dunia menghadapi dinamika perang global yang tidak terbatas pada dimensi militer, tetapi juga sanksioner ekonomi. Indonesia, sebagai negara dengan ekonomi terbesar di Asia Tenggara, rentan terhadap guncangan eksternal yang mencakup gangguan supply chain, volatilitas mata uang, dan perubahan pola perdagangan internasional.

Perspektif hukum ekonomi syariah ditawarkan sebagai framework alternatif untuk membangun ketahanan ekonomi yang berbasis pada nilai-nilai keberlanjutan, keadilan distributif, dan pemberdayaan masyarakat. Model ekonomi ini tidak hanya fokus pada pertumbuhan kuantitatif tetapi juga pada kesejahteraan holistik.

Peserta seminar, terutama mahasiswa dari Jurusan Hukum Ekonomi Syariah, mendapat wawasan langsung dari para praktisi dan pemikir terkemuka mengenai bagaimana ekonomi syariah dapat menjadi tawaran solusi di tengah ketidakpastian global saat ini.

Reporter: Heri Wijaya
Back to top