Pemerintah Provinsi Gorontalo mulai menyiapkan tiga dokumen perencanaan untuk pembangunan akses jalan Tulabolo–Pinogu di Kabupaten Bone Bolango. Dokumen berupa feasibility study, detail engineering design, dan analisis mengenai dampak lingkungan itu diminta langsung oleh Gubernur Gusnar Ismail karena trase jalan harus melintasi kawasan Taman Nasional Bogani Nani Wartabone. Dukungan pembukaan akses ini sebelumnya disampaikan Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy dalam pertemuan di Jakarta pada 28 September 2026.
GORONTALO — Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail menyatakan bahwa pemerintah daerah telah diminta menyiapkan feasibility study (FS), detail engineering design (DED), serta analisis mengenai dampak lingkungan (Amdal) sebagai dasar perencanaan pembangunan akses menuju Pinogu. Ketiga dokumen itu disebut diperlukan untuk memperkuat rencana dari sisi perencanaan, mengingat trase jalan harus melewati kawasan konservasi.
"Pemprov diminta membuat FS, DED serta Amdal. Tiga dokumen itu diharapkan bisa memperkuat dari aspek perencanaan," ujar Gusnar.
Menurut Gusnar, pembangunan akses Tulabolo–Pinogu memiliki tingkat kerumitan tersendiri. Kawasan yang akan dilintasi berstatus konservasi dan perlindungan tinggi.
Kondisi itulah yang membuat warga Pinogu sampai sekarang masih menghadapi keterbatasan akses transportasi. Pembangunan jalan tidak bisa langsung dieksekusi selama aspek perlindungan kawasan belum tuntas dihitung dalam dokumen perencanaan.
Sebelumnya, Gusnar menemui Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy di Jakarta pada 28 September 2026. Agenda pertemuan membahas pembangunan akses menuju Pinogu.
Dalam pertemuan tersebut, Menteri PPN/Bappenas menyatakan dukungan terhadap rencana pembukaan dan pembangunan akses jalan Pinogu. Pembahasan teknis kemudian ditindaklanjuti bersama Deputi Infrastruktur Bappenas Abdul Malik Sadat Idris.
"Pada prinsipnya menteri setuju dan mendukung agar akses jalan Pinogu ini dibuka dan dibangun. Kita mulai dari tahap perencanaan," kata Gusnar.
Gusnar menambahkan, Sekretaris Daerah Provinsi Gorontalo bersama sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah ditugaskan melanjutkan pembahasan teknis dengan Deputi Infrastruktur Bappenas. Pembahasan itu menjadi kelanjutan dari pertemuan di tingkat menteri.
Melalui tahapan perencanaan tersebut, Gusnar berharap pembangunan akses bagi masyarakat Pinogu bisa lebih memadai. Ia menegaskan ketentuan perlindungan kawasan konservasi tetap harus diperhatikan dalam setiap proses.