GORONTALO — PT Pertamina (Persero) melalui Pertamina Patra Niaga menetapkan harga BBM nonsubsidi per 14 September 2026 tanpa perubahan dibandingkan penyesuaian awal bulan. Penetapan ini mengacu pada formula pemerintah yang mempertimbangkan harga minyak mentah dunia, nilai tukar rupiah, pajak, dan daya beli konsumen pengguna BBM nonsubsidi.
Dua produk bensin beroktan tinggi mengalami kenaikan signifikan pada penyesuaian awal September. Pertamax Turbo (RON 98) naik Rp 1.300 per liter dari Rp 18.300 menjadi Rp 19.600.
Pertamax Green 95 (RON 95) naik lebih tajam, yakni Rp 2.550 per liter dari Rp 16.600 menjadi Rp 19.150. Selisih harga keduanya kini hanya Rp 450 per liter.
Kenaikan paling besar terjadi di segmen diesel nonsubsidi. Dexlite (CN 51) naik Rp 4.000 per liter dari Rp 19.700 menjadi Rp 23.700. Pertamina Dex (CN 35) naik Rp 4.050 dari Rp 21.150 menjadi Rp 25.200 per liter.
Selisih harga Dexlite dan Pertamina Dex kini hanya Rp 1.500 per liter, lebih sempit dibanding periode sebelumnya.
Harga BBM subsidi tetap. Pertalite (RON 90) masih Rp 10.000 per liter dan Solar (CN 48) Rp 6.800 per liter. Pertamax (RON 92) juga tidak bergerak di Rp 15.950 per liter.
Kenaikan Rp 4.000 per liter di Dexlite berarti pengisian 40 liter kini membutuhkan tambahan sekitar Rp 160.000 dibanding harga sebelumnya. Untuk pengguna Pertamax Turbo dengan tangki 45 liter, kenaikan Rp 1.300 per liter menambah sekitar Rp 58.500 per pengisian penuh.
Pertamina belum mengumumkan periode berlaku harga ini hingga kapan. Penyesuaian berikutnya biasanya mengikuti evaluasi bulanan formula harga BBM nonsubsidi.