GORONTALO — Pengetatan berlaku sejak suporter mulai berdatangan ke area stadion, sekitar satu jam sebelum kick-off pukul 15.30 WIB. Antrean terlihat di sejumlah pintu masuk SUGBK saat steward memeriksa satu per satu penonton.
Pemeriksaan tidak hanya menyasar tiket. Sejumlah barang yang dilarang dibawa ke dalam arena juga diperiksa secara teliti, termasuk atribut yang dikenakan suporter.
Steward memastikan setiap suporter yang masuk mengenakan jersey atau atribut yang menandakan Persija. Suporter yang tidak memenuhi syarat itu diminta menahan diri di luar area pemeriksaan.
Aturan tersebut juga dijelaskan langsung kepada suporter di lokasi. Dafa, suporter asal Jakarta Selatan, sempat tertahan saat pemeriksaan tiket dan atribut karena tidak mengenakan jersey Persija.
"Diwajibkan karena memang ada rules-nya harus memakai atribut atau yang menandakan The Jakmania lah, bukan klub dari pihak lain," kata Dafa.
Dafa sebenarnya membawa jersey Persija. Namun jersey tersebut sudah tidak muat dikenakan, sehingga ia meminta izin kepada steward agar jersey itu tetap bisa digunakan dengan cara dililitkan di leher.
"Jadi sebenarnya saya ada jersey ini tapi sudah tidak begitu muat. Cuma saya memaksakan, ya sudah lah, saya pakai saja," ujarnya.
Dafa menilai aturan tersebut merupakan langkah positif untuk menjaga situasi di stadion. Rivalitas Persija dan Persib dikenal tinggi, sehingga pengawasan atribut di pintu masuk dinilai penting.
"Bagus sih sebenarnya untuk menjadi acuan agar tim lain memamkai jersey kita. Ya, kita sudah delapan tahun tidak main di Jakarta jadi euforianya bakal kelihatan sih. Prediksi tiga poin lah (buat Persija Jakarta)," kata Dafa.
Laga Persija vs Persib di SUGBK menjadi pertemuan pertama di Jakarta setelah delapan tahun. Kick-off dimulai pukul 15.30 WIB.