Resepsi HUT RI di Gorontalo Utara Kini Digelar di Tengah Lapak UMKM, Tamu Pesan Makan dan Bayar Sendiri

Penulis: Gilang Permana  •  Selasa, 18 Agustus 2026 | 23:08:01 WIB
Ratusan tamu undangan resepsi HUT ke-81 RI di Gorontalo Utara duduk di kursi lapak UMKM di halaman kantor bupati.

GORONTALO UTARA — Ratusan tamu undangan yang menghadiri resepsi kenegaraan HUT ke-81 RI di halaman kantor bupati tahun ini tidak lagi duduk rapi di bawah tenda menghadap panggung kehormatan. Mereka justru dipersilakan duduk di kursi-kursi lapak UMKM yang sebelumnya berjejer di trotoar depan kantor bupati, lalu memesan sendiri makanan atau minuman yang dijual para pelaku usaha.

Konsep yang dinamai 'UMKM Merdeka' ini merupakan gagasan langsung Bupati Thariq Modanggu dan Wakil Bupati Nurjana Hasan Yusuf. Seluruh pelaku usaha street yang biasa berjualan di trotoar dipindahkan ke area halaman kantor bupati, menyatu dengan lokasi upacara dan resepsi.

DPRD: Cara Baru yang Lebih Progresif

Wakil Ketua Komisi I DPRD Gorontalo Utara Hendra Nurdin menilai langkah ini keluar dari pakem penyelenggaraan acara kenegaraan yang biasanya tertutup dan eksklusif.

"Ini langkah progresif pemerintah daerah dalam menghidupkan UMKM di daerah ini," kata Hendra di Gorontalo Utara, Selasa.

Menurutnya, meski nuansa seremoni tetap berlangsung khidmat, masyarakat luas kini punya ruang untuk turut hadir dan merasakan langsung suasana perayaan kemerdekaan. "Masyarakat luas dapat turut ikut bersama dengan duduk makan minum kopi di ruang UMKM yang dibuka," ujarnya.

Efisiensi Anggaran dan Dampak Ekonomi Langsung

Sekretaris Daerah Pemkab Gorontalo Utara Suleman Lakoro menjelaskan, perpindahan lokasi duduk tamu ini bukan sekadar perubahan tata ruang acara. Ada dua keuntungan strategis yang diperoleh pemda sekaligus pelaku usaha.

Pertama, pemda tidak lagi menganggarkan konsumsi untuk resepsi kenegaraan. Kedua, para pedagang yang terlibat mendapatkan pendapatan langsung dari transaksi harian selama acara berlangsung.

"Mereka ada bersama kami dan tentu mendapatkan keuntungan hasil berjualan di UMKM Merdeka," kata Suleman.

Bukan Sekadar Seremoni, Bakal Jadi Tradisi Baru

Konsep ini tidak berhenti pada perayaan 17 Agustus. Suleman menegaskan pemerintah daerah berkomitmen melestarikan pola serupa di setiap kegiatan pemerintahan ke depan.

Langkah ini dinilai menjadi terobosan kecil yang berdampak luas bagi perputaran uang di tingkat akar rumput. Alih-alih konsumsi makanan yang disiapkan katering, uang belanja konsumsi kini langsung mengalir ke kantong pedagang lokal.

Dengan melibatkan pelaku UMKM dalam setiap momen resmi, pemda sekaligus membangun kebiasaan baru bahwa gelaran pemerintahan bisa menjadi lokomotif penggerak ekonomi warga, bukan sekadar seremonial tahunan yang menghabiskan anggaran.

Reporter: Gilang Permana
Sumber: gorontalo.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top