GORONTALO — Sebanyak 395 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kota Gorontalo menerima bantuan produksi usaha dari Pemerintah Provinsi Gorontalo dengan total anggaran Rp 987 juta. Penyerahan simbolis dilakukan Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail bersama Wakil Gubernur Idah Syahidah Rusli Habibie di halaman kantor Diskumperindag Provinsi, Kamis (6/8/2026).
Skema bantuan ini berbeda dari bansos reguler. Sasaran utamanya adalah warga yang telah menjalankan usaha, bukan masyarakat di desil satu. Gubernur menegaskan bantuan ini bersifat produktif, bukan untuk konsumsi.
Penyaluran bantuan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing sektor. Para penerima mendapatkan paket bahan baku yang telah ditentukan.
Gubernur Gusnar Ismail menjelaskan bantuan ini berangkat dari aspirasi anggota DPRD dan warga Kota Gorontalo, kemudian dirembuk oleh pemerintah provinsi. Ia menekankan program ini menyasar warga yang dinilai mampu berusaha.
"Bantuan usaha ini diberikan kepada saudara-saudara kita yang mampu berusaha, dengan demikian bantuan ini bukan untuk dikonsumsi, digunakan untuk usaha," jelas Gusnar dalam sambutannya.
Pemerintah tidak berhenti pada penyerahan tahap pertama. Gusnar menyebut akan ada monitoring berkala untuk menilai keberlanjutan usaha para penerima.
"Semakin besar dalam artian pendapatannya makin meningkat, nah usaha-usaha inilah yang akan dijaga oleh pemerintah supaya bapak-bapak dan ibu-ibu terus memperoleh pendapatan," ungkapnya.
Bantuan yang disalurkan hari ini merupakan bagian dari gelontoran anggaran yang lebih besar. Sepanjang tahun ini, Pemprov Gorontalo mengalokasikan dana Rp 2,9 miliar untuk program bantuan produksi usaha yang menargetkan 1.193 penerima manfaat.
Gubernur berharap bantuan yang diserahkan dapat memperpanjang umur usaha para penerima. Dengan skema monitoring dan tambahan modal, pemerintah ingin memastikan usaha mikro di daerah ini tidak sekadar bertahan, tetapi tumbuh lebih besar.