GORONTALO — Ombak tinggi dan sengatan matahari yang ekstrem memaksa pengelola wisata di Bone Bolango mengubah jam operasional. Kepala Disparpora Bone Bolango, Muhammad Yamin Abbas, mengungkapkan bahwa koordinasi darurat dengan Pokdarwis telah dilakukan, salah satunya di lokasi wisata Hiu Paus Botubarani.
Rapat yang dihadiri Sekretaris Dinas dan Kepala Bidang Pariwisata itu menghasilkan kebijakan tegas: kawasan wisata yang rawan ditutup sementara mulai pukul 10.00 WITA sampai sore hari. Faktor pemicunya jelas, hembusan angin kencang yang kerap muncul di atas pukul 11.00 WITA memicu gelombang tinggi yang membahayakan keselamatan.
Dampak cuaca ekstrem tidak hanya dirasakan di pesisir pantai. Yamin menyebut destinasi wisata berbasis air seperti Danau Perintis dan Pemandian Lombongo mengalami penurunan debit air yang sangat jauh dari kondisi normal.
"Suhu panas yang terjadi saat ini, hampir rata-rata mencapai 30 derajat Celcius dan mulai memicu kekeringan di sejumlah wilayah Bone Bolango," kata Yamin di Gorontalo, Kamis.
Kondisi ini secara langsung mengganggu kenyamanan pengunjung dan membuat aktivitas wisatawan bergeser menjadi sangat terbatas. Kawasan pantai hanya ramai pada pukul 06.00 WITA sampai 07.00 WITA. Setelah pukul 08.00 WITA hingga sore hari, aktivitas wisata mulai sepi, sementara pergerakan wisatawan praktis hanya terpantau di kawasan Danau Perintis pada sore hari.
Pemerintah daerah tidak hanya mengatur jam operasional, tetapi juga mengeluarkan imbauan keras kepada masyarakat yang beraktivitas di pesisir pantai dan memanfaatkan fasilitas laut.
"Pemerintah daerah juga mengimbau masyarakat, khususnya yang berada di pesisir pantai dan memanfaatkan fasilitas laut, untuk meningkatkan kewaspadaan serta terus memantau perkembangan cuaca demi keselamatan bersama," tegas Yamin.
Meski cuaca ekstrem sedang melanda, Disparpora Bone Bolango terus berupaya memitigasi penurunan kunjungan dengan melakukan berbagai inovasi. Targetnya jelas, wilayah ini tetap menjadi destinasi wisata terbaik di Gorontalo tanpa mengorbankan aspek keselamatan pengunjung.