Legislator Gorontalo Utara Andi Matawang Imbau Nelayan Tunda Melaut, Cuaca Ekstrem Ancam Keselamatan

Penulis: Eri Subagio  •  Selasa, 28 Juli 2026 | 17:53:01 WIB
Legislator Gorontalo Utara Andi Matawang mengimbau nelayan menunda melaut akibat cuaca ekstrem demi keselamatan.

GORONTALO UTARA — Cuaca buruk yang melanda perairan Gorontalo Utara dalam beberapa hari terakhir memaksa para nelayan untuk menghentikan sementara aktivitas melaut. Legislator daerah, Andi Matawang, secara khusus memperingatkan agar tidak ada nelayan yang memaksakan diri berlayar demi menghindari risiko kecelakaan laut.

Keselamatan Nomor Satu, Jangan Paksakan Melaut

"Keselamatan diri wajib menjadi urusan prioritas, sehingga saat akan melaut, para nelayan diimbau memperhatikan cuaca atau berkoordinasi dengan pihak pelabuhan pendaratan ikan untuk memantau informasi cuaca terkini," kata Andi di Gorontalo Utara, Selasa.

Ia menambahkan, kondisi angin kencang dan gelombang tinggi saat ini mengharuskan nelayan untuk meningkatkan kewaspadaan. Menunda aktivitas melaut untuk sementara waktu adalah langkah paling bijak. "Keselamatan harus menjadi prioritas utama, karena itu penting untuk tidak memaksakan diri melaut apabila cuaca ekstrem," tegasnya.

DPRD Dorong Program Pemberdayaan Agar Nelayan Tetap Berpenghasilan

Andi Matawang tidak hanya menyoroti aspek keselamatan. Ia juga mendorong pemerintah daerah untuk segera merancang program pemberdayaan nelayan yang konkret. Tujuannya, agar para nelayan tetap memiliki sumber pendapatan meski cuaca sedang tidak bersahabat dan mereka tidak bisa melaut.

"Alokasi anggaran untuk program pemberdayaan nelayan pun harus tetap menjadi prioritas, sebab banyak sumber pendapatan yang bisa didorong melalui program-program strategis tersebut," ujar Andi. Ia meminta masyarakat pesisir untuk tidak memunggungi laut yang kaya potensi, namun program pemberdayaan harus tetap berjalan agar aktivitas ekonomi keluarga tidak terhenti.

4.400 Nelayan Tangkap Tersebar di 78 Desa Pesisir

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Gorontalo Utara, Faizal Piu, menyatakan pihaknya terus mengaktifkan program-program pendampingan. Kelompok nelayan dan pembudidaya didorong untuk berinovasi menciptakan produk yang berkelanjutan, seperti budidaya rumput laut dan pengeringan ikan sebagai bahan baku produk pangan.

"Saat tidak melaut, nelayan dapat menjemur rumput laut, atau bahkan melakukan aktivitas produktif lainnya," kata Faizal. Ia mencatat, terdapat sekitar 4.400 nelayan tangkap yang tersebar di 11 kecamatan, khususnya di 78 desa pesisir di Gorontalo Utara. Program pemberdayaan ini diharapkan menjadi jaring pengaman ekonomi saat cuaca ekstrem melanda.

Reporter: Eri Subagio
Sumber: gorontalo.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top