RUU Baru di AS Siap Larang Mobil China Masuk dari Kanada dan Meksiko, Termasuk untuk Wisata Sehari

Penulis: Haris Maulana  •  Selasa, 09 Juni 2026 | 10:10:01 WIB
RUU di AS melarang kendaraan China masuk dari Kanada dan Meksiko, termasuk untuk wisata sehari.

GORONTALO — RUU yang diajukan Anggota DPR Haley Stevens dan Senator Elissa Slotkin, keduanya dari Partai Demokrat Michigan, secara spesifik menargetkan kendaraan China yang sudah jadi dan beroperasi penuh. Jika disahkan, pemilik mobil China di Kanada dan Meksiko tidak bisa lagi membawa kendaraannya masuk ke wilayah AS, termasuk untuk liburan singkat.

Mobil China Dianggap "Paket Pengawasan Beroda"

Menurut Stevens dan Slotkin, mobil modern yang terhubung internet bisa mengumpulkan data lokasi, merekam video, memetakan infrastruktur, dan mengirimkan informasi itu ke pabrikan atau pihak lain seperti pemerintah China. Slotkin menyebut kendaraan tersebut sebagai "paket pengawasan beroda" yang mampu melacak pengemudi secara individu dan memetakan lokasi militer.

“Ini masalah keamanan ekonomi dan keamanan nasional. Kita harus mencegah kendaraan ini melintasi perbatasan dan masuk ke komunitas kita,” ujar Slotkin dalam pernyataan resmi yang dikutip kantor Stevens, seperti dilaporkan Ars Technica.

Ekspansi Pabrikan China di Meksiko dan Kanada Jadi Pemicu

Kekhawatiran ini muncul seiring ekspansi agresif pabrikan China di Amerika Utara. Stevens mencatat bahwa produsen China kini menguasai sekitar 15 persen pangsa pasar mobil baru di Meksiko. Sementara itu, Kanada baru saja mengumumkan perjanjian dagang yang menurunkan tarif impor untuk banyak kendaraan China, membuatnya lebih mudah masuk ke kawasan tersebut.

Stevens menegaskan sikap tegasnya: “Kami akan agresif karena taruhannya adalah lapangan kerja Michigan, dan juga keamanan nasional. Tutup perbatasan kami untuk kendaraan China dan teknologi China di dalam kendaraan, bahkan untuk perjalanan sehari.” RUU ini memang menyediakan ruang untuk pengecualian, tetapi hanya melalui proses otorisasi formal.

Debat Bergeser dari Tarif ke Data dan Perangkat Lunak

RUU ini merupakan kelanjutan dari Connected Vehicle Security Act of 2026 yang sebelumnya diajukan Slotkin secara bipartisan. Langkah terbaru ini menunjukkan pergeseran fokus Washington dari sekadar soal harga murah, subsidi, atau tarif, menuju isu perangkat lunak, konektivitas, dan akses data. Pertanyaan besarnya kini bukan lagi "berapa harganya", melainkan "siapa yang mengendalikan data dari kendaraan Anda".

Belum jelas apakah RUU ini akan lolos menjadi undang-undang. Namun, pengajuannya sendiri menandai eskalasi baru dalam ketegangan dagang dan teknologi antara AS dan China di sektor otomotif, yang kini merambah langsung ke hak pengguna kendaraan di negara tetangga.

Reporter: Haris Maulana
Sumber: roadandtrack.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top