GORONTALO — Deputi Bidang Kesetaraan Gender Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA), Amuwarni Dwi Lestariningsih, meresmikan Gedung Griya Mandiri Forum Penggerak Perempuan Bina Mandiri (FPPBM) Gorontalo. Peresmian ini menandai langkah konkret dalam memperkuat ekosistem pendidikan yang inklusif bagi kaum perempuan di Bumi Serambi Madinah.
Amuwarni hadir didampingi Wakil Gubernur Gorontalo, Idah Syahida, untuk meninjau langsung fasilitas yang diinisiasi oleh Universitas Bina Mandiri (UBM) tersebut. Keberadaan gedung baru ini diharapkan tidak sekadar menjadi simbol fisik, melainkan pusat pergerakan yang mampu membuka peluang lebih luas bagi perempuan untuk mengakses pendidikan tinggi dan pelatihan keterampilan.
Dalam arahannya, Amuwarni menekankan pentingnya korelasi antara tingkat pendidikan dengan ketahanan ekonomi keluarga. Menurutnya, akses pendidikan yang mumpuni akan berkontribusi langsung pada kemampuan perempuan dalam membantu stabilitas finansial rumah tangga.
"Jika perempuan memiliki pendidikan dan bekerja, maka ia tidak akan bergantung sepenuhnya pada suaminya dan dapat membantu perekonomian keluarga," ujarnya saat memberikan sambutan di lokasi acara.
Ia menambahkan bahwa Gedung Griya Mandiri harus mampu menjalankan fungsi sebagai pusat pelayanan yang terstruktur. Target utamanya adalah memberikan pendampingan berkelanjutan, baik bagi mahasiswa aktif maupun perempuan-perempuan binaan di Gorontalo yang ingin mengembangkan potensi diri.
Ketua Yayasan Bina Mandiri, Azis Rahman, menjelaskan bahwa pembangunan gedung ini merupakan manifestasi dari kemandirian Forum Penggerak Perempuan Bina Mandiri. Secara teknis, fasilitas ini akan difungsikan sebagai sekretariat organisasi sekaligus pusat kendali berbagai program pemberdayaan.
Azis memproyeksikan keberadaan gedung ini dapat mempercepat pencapaian visi misi yayasan, terutama dalam menciptakan unit-unit usaha atau kegiatan yang mendukung kemandirian lembaga di masa depan.
“Tentu kami berharap kehadiran dari pada Forum Penggerak Perempuan ini bukan hanya sebagai sebatas melaksanakan berbagai aktivitas, tetapi juga terus mendukung program-program visi misi yayasan dalam pengembangannya,” kata Azis.
Momentum peresmian ini diharapkan menjadi pemicu bagi institusi pendidikan lain di Gorontalo untuk lebih serius dalam menyediakan ruang khusus bagi pengembangan kapasitas perempuan. Fokus pada pemberdayaan ini dinilai krusial dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di tingkat regional.