POHUWATO – Provinsi Gorontalo resmi memasuki babak baru dalam industri pertambangan emas. Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, bersama Wakil Gubernur Idah Syahidah Rusli Habibie, menyaksikan langsung proses penuangan emas perdana (first gold pour) di Pani Gold Mine (PGM), Kabupaten Pohuwato, Minggu (15/2/2026).
Meskipun momentum ini menjadi tonggak sejarah bagi ekonomi daerah, Pemerintah Provinsi memberikan peringatan tegas agar PT Merdeka Gold Resources Tbk selaku pengelola, tidak mengabaikan aspek kelestarian lingkungan.
Produksi perdana ini merupakan hasil dari pengolahan material yang telah dipersiapkan sejak akuisisi aset pada tahun 2020. Berikut adalah rincian teknis hasil produksi awal:
| Item Deskripsi | Data Produksi |
|---|---|
| Material Diolah | ± 150.000 Ton Pasir |
| Hasil Emas Perdana | 14,73 Kilogram |
| Metode Pengolahan | Heap Leaching (Penyiraman Tumpukan) |
| Target Jangka Pendek | 113.000 Ounces Emas |
| Proyeksi Tahap CIL | 500.000 Ounces Emas |
Wakil Gubernur Idah Syahidah menekankan bahwa kehadiran investasi skala besar ini harus berbanding lurus dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat lokal, terutama dalam pembukaan lapangan kerja dan penguatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Namun, ia menggarisbawahi bahwa kepatuhan terhadap Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) adalah harga mati yang tidak bisa ditawar.
“Seperti yang ditekankan Pak Gubernur, kami meminta perusahaan tetap patuh terhadap ketentuan AMDAL. Pengelolaan lingkungan harus dilakukan secara serius dan berkelanjutan. Jangan sampai aktivitas pertambangan memberikan dampak negatif bagi masyarakat dan ekosistem sekitar,” tegas Idah Syahidah, Senin (16/2/2026).
Pemprov Gorontalo berkomitmen untuk terus melakukan pengawasan melekat terhadap operasional PGM. Hal ini dilakukan guna memastikan seluruh proses produksi berjalan sesuai regulasi, transparan, dan bertanggung jawab terhadap keanekaragaman hayati di Kabupaten Pohuwato.
Penuangan emas perdana ini menandai operasional penuh aset strategis Merdeka Gold Resources yang diproyeksikan menjadi salah satu tambang emas terbesar dan paling signifikan bagi kapasitas fiskal Provinsi Gorontalo di masa depan.