Rektor Universitas Negeri Gorontalo Profesor Eduart Wolok melantik sejumlah pejabat fungsional dosen dan tenaga kependidikan di lingkungan kampus, Jumat. Dalam pelantikan itu, ia menekankan bahwa jabatan dan pangkat bukan sekadar capaian administratif, melainkan pengakuan atas kontribusi nyata bagi institusi dan masyarakat. Rektor juga mengingatkan seluruh aparatur sipil negara di UNG untuk menjaga integritas, etika, dan empati dalam bekerja.
GORONTALO — Universitas Negeri Gorontalo mengukuhkan sejumlah pejabat fungsional dalam upacara pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan. Pelantikan mencakup jabatan fungsional tenaga kependidikan maupun dosen, mulai dari analis pengelolaan keuangan APBN ahli muda, pranata keuangan APBN penyelia, arsiparis ahli pertama, hingga pranata laboratorium pendidikan (PLP) ahli pertama dan PLP terampil.
Untuk jabatan fungsional dosen, pengangkatan dilakukan pada jenjang lektor dan asisten ahli. Rektor memimpin langsung prosesi pelantikan yang berlangsung di Kota Gorontalo.
Eduart Wolok menegaskan bahwa jabatan fungsional dan kepangkatan harus dimaknai lebih dari sekadar pencapaian karier. Menurutnya, jabatan yang diberikan merupakan bentuk kepercayaan sekaligus pengakuan terhadap kontribusi yang telah diberikan kepada institusi.
Karena itu, setiap pejabat fungsional dituntut menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab, integritas, dan etika. Ia juga menyoroti bahwa ukuran keberhasilan seorang ASN tidak semata-mata dilihat dari gelar maupun pangkat yang melekat.
“Bekerjalah dengan baik, jujur dan menjunjung tinggi etika. Ketika dosen dan tenaga pendidik memberikan kontribusi yang terbaik dengan cara yang benar, maka pangkat dan jenjang karier akan mengikuti dengan sendirinya,” kata Rektor UNG.
Rektor menegaskan bahwa penilaian terhadap seorang aparatur sipil negara seharusnya bertumpu pada manfaat yang mampu diberikan melalui pekerjaan. Gelar dan pangkat, katanya, bukan ukuran utama keberhasilan di lingkungan kampus.
“Bukan gelar atau pangkat yang dinilai orang, melainkan apa manfaat dan kontribusi yang kita berikan bagi kemajuan lembaga,” ujarnya.
Ia mengajak seluruh jajaran ASN UNG untuk terus menumbuhkan empati dalam bekerja serta menjaga integritas. Rektor juga meminta mereka menghindari orientasi kerja yang hanya berfokus pada tuntutan terhadap fasilitas.
Menurut Rektor, kemajuan universitas merupakan tanggung jawab bersama yang memerlukan kerja kolaboratif dari seluruh civitas akademika. Pelantikan pejabat fungsional menjadi salah satu cara memperkuat profesionalisme dan tata kelola sumber daya manusia di UNG.
Para pejabat fungsional yang dilantik diharapkan mampu menjadikan jabatan sebagai ruang untuk memberikan kontribusi nyata. Dengan begitu, ekosistem UNG diharapkan semakin maju dan berdampak bagi masyarakat luas.