KAI Integrasikan INKA 1 Januari 2027, Bisnis MRO Jadi Andalan

Penulis: Feri Andika  •  Kamis, 24 September 2026 | 12:51:01 WIB
Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin menyampaikan target integrasi INKA dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi VI DPR RI di Jakarta.

GORONTALO — PT Kereta Api Indonesia (Persero) menargetkan konsolidasi dan integrasi PT Industri Kereta Api (Persero) atau INKA efektif berlaku 1 Januari 2027, setelah proses inbreng bersyarat rampung September 2026. Integrasi ini menyatukan bisnis manufaktur kereta dengan perawatan sarana perkeretaapian KAI, termasuk seluruh Balai Yasa, di bawah satu payung perusahaan.

Paragraf pembuka: Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin menyampaikan target tersebut dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi VI DPR RI di Jakarta, Rabu (23/9). Uji tuntas terhadap seluruh aspek operasional dan keuangan INKA, kata Bobby, sudah dijalankan KAI sebagai fondasi proses integrasi.

Inbreng Bersyarat Jadi Pintu Masuk

Proses inbreng INKA dijadwalkan berlangsung September 2026, tetapi dengan skema bersyarat. Artinya, perpindahan aset dan kepemilikan saham baru dianggap final setelah sejumlah prasyarat dipenuhi kedua pihak.

"Jadi inbrengnya bulan ini, tapi inbrengnya inbreng bersyarat. Jadi rencana nanti konsolidasi integrasinya itu di 1 Januari," ujar Bobby dalam rapat tersebut.

KAI memilih jalur bertahap ketimbang langsung menggabungkan entitas. Pola ini memberi ruang bagi manajemen kedua perusahaan menyelesaikan persoalan hukum, akuntansi, dan ketenagakerjaan sebelum konsolidasi penuh dijalankan.

INKA Tak Lagi Sekadar Pabrik Kereta

Setelah integrasi rampung, cakupan bisnis INKA melebar. Perusahaan manufaktur asal Madiun itu akan menangani pula perawatan sarana perkeretaapian KAI, termasuk Balai Yasa yang selama ini dikelola operator.

Dengan skema itu, lini usaha INKA mencakup tiga hal sekaligus: manufaktur, perawatan, dan rekayasa sarana perkeretaapian. Bobby menyebut perubahan peran ini akan membuat INKA tumbuh jauh lebih besar.

"INKA ini nanti jadi besar. Jadi mereka melakukan manufakturing, mereka melakukan perawatan, mereka melakukan rekayasa juga," katanya.

Bagi KAI, penggabungan ini memangkas rantai pasok yang selama ini terpisah antara pemesanan kereta baru dan perawatan armada berjalan. Perencanaan pengadaan dan siklus pemeliharaan bisa diselaraskan dalam satu meja.

Target 2029 dan Bisnis MRO

KAI menargetkan INKA pada 2029 tampil lebih sehat secara finansial, sekaligus punya bisnis pemeliharaan, perbaikan, dan pemeriksaan menyeluruh (maintenance, repair, and overhaul/MRO) yang kuat dan berkelanjutan.

Bisnis MRO inilah yang dibaca KAI sebagai sumber pendapatan berulang, berbeda dari pendapatan manufaktur yang bergantung pada pesanan kereta baru. Perawatan armada berjalan sepanjang usia pakai sarana, sehingga arus kasnya lebih stabil.

Belajar dari Rusia dan Jepang

Sebelum menyusun rencana integrasi, KAI melakukan studi perbandingan terhadap sejumlah model penggabungan operator dan manufaktur kereta di berbagai negara.

Di Rusia, model serupa dijalankan operator kereta nasional Russian Railways bersama produsen sarana perkeretaapian Transmashholding. Di Jepang, East Japan Railway Company (JR East) mengakuisisi bisnis manufaktur Tokyu Car Corporation pada 2012 dan mengubahnya menjadi anak perusahaan bernama Japan Transport Engineering Company (J-TREC).

KAI menilai kedua model itu bisa menjadi rujukan untuk meningkatkan efisiensi pengadaan, memberi kepastian perencanaan jangka panjang, serta menyelaraskan riset dan pengembangan dengan kebutuhan operator.

"Dari kondisi Rusia dan Jepang sendiri, kita yakin bahwa integrasi KAI dan INKA itu akan bisa memberikan manfaat positif bagi kedua belah pihak," kata Direktur Portofolio Manajemen dan Teknologi Informasi KAI I Gede Darmayusa dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi VI DPR RI pada Juni 2026.

Penutup: Integrasi KAI-INKA menempatkan Indonesia pada jalur yang sudah ditempuh sejumlah negara: menyatukan operator dan pabrikan kereta dalam satu grup. Jika target 2029 tercapai, INKA berpeluang masuk pasar MRO perkeretaapian yang selama ini dikuasai vendor asing.

Reporter: Feri Andika
Sumber: katadata.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top