GORONTALO — Pernyataan itu disampaikan Aries dalam Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) VIII di Jakarta, Ahad (26/7/2026). Ia menilai pertumbuhan ekonomi nasional dalam satu dekade terakhir belum diikuti pemerataan kesejahteraan. "Paradoksnya, ekonomi bertumbuh, tetapi kesejahteraan masyarakat belum meningkat secara merata," ujarnya.
Menurut Aries, berbagai indikator makro menunjukkan perekonomian Indonesia relatif baik. Namun, ia menyoroti bahwa hasil pertumbuhan lebih banyak terserap oleh kelompok tertentu saja. Kondisi ini menjadi paradoks yang harus segera diatasi melalui penguatan konsolidasi ekonomi syariah.
"Perlu ada terobosan untuk memastikan manfaat ekonomi dapat dirasakan seluruh lapisan masyarakat," kata Aries yang juga Chairman Indonesia SMU Global League.
Salah satu solusi yang ditawarkan MES adalah mengonsolidasikan seluruh potensi ekonomi syariah secara profesional. Mulai dari investasi syariah hingga aset sosial seperti zakat, infak, sedekah, dan wakaf. Aries meyakini, jika ekosistem ini bergerak dalam satu kesatuan, dampaknya akan signifikan terhadap perekonomian nasional.
"Dengan pengelolaan yang profesional, potensi tersebut diyakini mampu menjadi motor pemerataan ekonomi nasional," tutur Aries.
Proyeksi MES menunjukkan, konsolidasi optimal hingga 2030 akan menghasilkan aset ekonomi syariah senilai lebih dari Rp 5.300 triliun. Angka tersebut diperkirakan mampu menyerap 2,2 juta tenaga kerja baru. "Potensi tersebut diperkirakan mampu menciptakan sekitar 2,2 juta lapangan kerja sekaligus menurunkan angka kemiskinan," jelas Aries.
Ia menambahkan, cita-cita Indonesia sebagai pusat ekonomi dan keuangan syariah dunia hanya bisa terwujud jika seluruh potensi umat dikelola secara profesional, terintegrasi, dan didukung kelembagaan yang kuat. "Konsolidasi adalah kuncinya," tegasnya.
Selain aspek teknis, Aries menekankan pentingnya perubahan orientasi pembangunan ekonomi. Menurutnya, fokus tidak boleh semata-mata pada keuntungan jangka pendek. Pembangunan harus mampu menciptakan nilai tambah dan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat luas.
"Ketika seluruh potensi ekonomi syariah bergerak dalam satu ekosistem yang terintegrasi, maka pertumbuhan ekonomi tidak hanya tinggi, tetapi juga mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata bagi masyarakat," pungkas Aries.