GORONTALO — Hyundai Palisade Hybrid generasi terbaru ini memang bukan sekadar facelift. Dengan banderol mulai Rp 970 juta (estimasi dari harga USD 60.625), SUV 7-penumpang ini langsung bersaing dengan Toyota Grand Highlander Hybrid atau Mazda CX-90. Tapi setelah dipakai road trip lintas kota dan bertemu langsung dengan beruang di jalan, ada beberapa temuan yang wajib kamu tahu sebelum transfer uang.
Ini yang paling bikin kami terkesan. Banyak staf penguji yang tadinya pemilik Genesis sekalipun, langsung mengakui kualitas interior Palisade Hybrid ini. "Comfortable, quiet, and seriously upscale," kata Dave VanderWerp, Vehicle Testing Director kami. Kursi depan dengan side bolster adjustable dan fitur kursi kinetic (pijat) bikin perjalanan 4 jam terasa singkat.
Pilar A yang ramping juga jadi nilai plus. Sarah Taylor, salah satu staf produksi, bilang blind spot hampir tidak ada—sangat jarang di SUV besar. Untuk keluarga dengan anak kecil, fitur ini krusial saat manuver di parkiran sempit.
Dapur pacu kombinasi mesin 2.5 liter turbo (258 hp) dan dua motor listrik menghasilkan total 329 hp dan 339 lb-ft. Transmisi 6-speed automatic-nya halus, dan akselerasi 0-100 km/jam dalam 6,6 detik terasa responsif untuk bobot 2.280 kg. Tapi di tol dengan kecepatan di atas 130 km/jam, tenaga mulai terasa flat—bukan masalah besar di Indonesia sih.
Konsumsi BBM real-world kami catat rata-rata 25 mpg atau sekitar 10,6 km/liter. Lumayan efisien untuk SUV hybrid, tapi masih kalah dari Toyota Grand Highlander Hybrid yang bisa tembus 12 km/liter di rute serupa.
Di balik kenyamanan, ada dua kelemahan yang cukup mengganggu. Pertama, Palisade Hybrid ini terasa lebih besar dan kurang lincah dibanding generasi sebelumnya. "It feels substantially larger and less wieldy," kata VanderWerp. Di jalan sempit atau parkiran, kamu bakal lebih sering mikir dua kali sebelum belok.
Kedua, fitur sepele tapi bikin emosi: pintu belakang tidak bisa dikunci/dibuka dari handle pintu. "Ini fitur yang setiap orang tua pakai setiap hari," keluhnya. Kamu harus merogoh kunci atau pencet tombol di dashboard—ribet banget kalau sambil bawa anak dan tas.
Di 8.400 km, Palisade Hybrid kami harus masuk bengkel untuk servis rutin (ganti oli, rotasi ban, inspeksi) seharga USD 146 (sekitar Rp 2,3 juta). Ada juga recall untuk sabuk pengaman baris ketiga dan wiring harness yang bisa putus jika sabuk ditarik cepat. Dealer memasang ekstensi wiring harness—gratis, tapi tetap merepotkan.
Selain itu, ada update OTA untuk masalah kursi listrik baris kedua dan ketiga yang pinch detection-nya kurang sensitif, sempat menyebabkan stop-sale. Untungnya, semua sudah diperbaiki via update.
Hyundai Palisade Hybrid 2026 jelas bukan untuk yang doyan ngebut atau suka parkir di gang sempit. Tapi kalau prioritasmu adalah kenyamanan kabin setara mobil Eropa, konsumsi BBM efisien untuk ukuran SUV besar, dan fitur keamanan lengkap (termasuk dashcam built-in), ini pilihan yang sangat solid.
Untuk pasar Indonesia, dengan harga yang hampir pasti di atas Rp 1 miliar, pesaing utamanya adalah Toyota Alphard hybrid atau Mazda CX-90. Palisade menang di fitur modern dan kabin mewah, tapi kalah di brand value dan handling. Kalau kamu keluarga dengan 2-3 anak dan sering road trip, ini SUV yang layak masuk daftar—tapi jangan lupa test drive dulu di jalan sempit.