GORONTALO — Isu perekrutan Sandy Walsh oleh Persib Bandung menguat setelah tim asal Kota Kembang itu melepas sejumlah pemain sayap di bursa transfer musim ini. Zalnando, Robi Darwis, Layvin Kurzawa, hingga Rezaldi Hehanussa sudah tidak lagi berseragam biru, membuka celah di sektor bek sayap.
Masalah utama bukan pada gaji pemain, melainkan biaya transfer yang harus dibayarkan ke Buriram United. Sandy Walsh masih terikat kontrak hingga Juni 2028 setelah didatangkan dari Yokohama F. Marinos pada awal musim 2025/2026.
Merujuk data Transfermarkt, nilai pasar Sandy Walsh mencapai angka Rp10,43 miliar. Angka itu menjadi patokan awal negosiasi, belum termasuk potensi kenaikan karena statusnya sebagai pilar utama Buriram United musim lalu.
Nominal akhir transfer fee sangat tergantung pada kesepakatan kedua klub. Jika Persib serius, dana segar di luar biaya operasional dan gaji pemain wajib disiapkan sejak sekarang.
Apalagi, Sandy Walsh bukan pemain sembarangan di Liga Thailand. Bek kelahiran Brussel, Belgia, itu menjadi andalan Buriram United dan satu dari dua pemain Indonesia yang berkarier di kompetisi Negeri Gajah Putih selain Asnawi Mangkualam di Port FC.
Kepergian empat pemain sayap membuat komposisi skuad Persib timpang di sektor pertahanan sayap. Sandy Walsh yang bisa bermain sebagai bek kanan maupun kiri dinilai sebagai solusi ideal oleh sebagian pengamat.
Namun, tanpa kepastian dana transfer yang cukup, rumor ini masih sebatas wacana di media sosial. Langkah nyata dari manajemen Persib masih dinantikan untuk merealisasikan ambisi memboyong pemain Timnas Indonesia tersebut.