GORONTALO — Kawasan pesisir Leato Selatan kini menjadi titik awal transformasi kesejahteraan masyarakat maritim di Indonesia Timur setelah diresmikan langsung oleh Presiden RI Prabowo Subianto. Proyek percontohan ini mengintegrasikan infrastruktur pemukiman dengan teknologi penyimpanan hasil laut guna menjaga stabilitas harga di tingkat nelayan lokal.
Presiden menekankan bahwa modernisasi kawasan pesisir bukan sekadar perbaikan estetika kampung, melainkan upaya konkret meningkatkan pendapatan harian warga. Dalam kunjungan tersebut, Prabowo meninjau langsung sejumlah fasilitas vital yang telah selesai dibangun untuk mendukung aktivitas ekonomi nelayan.
Salah satu infrastruktur utama yang menjadi perhatian adalah penyediaan fasilitas pendingin atau cold storage modern. Fasilitas ini berfungsi memastikan hasil tangkapan nelayan tetap segar sebelum didistribusikan ke pasar, sehingga nilai jualnya tidak anjlok saat produksi melimpah.
“Rakyat kita harus sejahtera. Saya ingin nelayan-nelayan kita tersenyum tiap hari karena penghasilannya baik,” tegas Prabowo di sela peninjauan fasilitas di Leato Selatan.
Keberadaan cold storage ini diharapkan memutus ketergantungan nelayan pada tengkulak yang seringkali memanfaatkan ketiadaan ruang simpan untuk menekan harga beli hasil laut.
Gorontalo dipilih sebagai lokasi perdana dari rencana besar pemerintah untuk merevolusi kawasan pesisir. Tahun ini, pemerintah menargetkan pembangunan 1.386 kampung nelayan dengan standar serupa di berbagai wilayah Indonesia guna mengejar ketertinggalan infrastruktur maritim.
“Kita punya 12.000 desa nelayan. Ini pekerjaan besar, tapi kita bangsa yang berani. Tiap tahun kita akan bangun seribu, seribu, dan seribu lagi,” ungkap Presiden optimis.
Presiden menyatakan bahwa pemerintah akan terus melakukan akselerasi pembangunan infrastruktur pesisir secara bertahap setiap tahunnya hingga menyentuh seluruh desa nelayan di pelosok tanah air.
Selain penguatan infrastruktur darat, Presiden Prabowo mengumumkan penyaluran bantuan 1.582 kapal ikan untuk memperkuat armada tangkap lokal. Bantuan ini diberikan melalui skema koperasi agar pengelolaan alat tangkap lebih terorganisir dan memiliki daya tawar kolektif yang kuat.
“Kita ingin bukan kapal asing yang ambil ikan di laut kita. Kita ingin rakyat kita yang mengambil sendiri,” cetus Presiden yang disambut riuh tepuk tangan warga pesisir.
Langkah ini diambil untuk memastikan kekayaan laut Indonesia benar-benar dinikmati oleh masyarakat lokal. Presiden mengakui bahwa selama ini nasib nelayan sering terlupakan dalam pengambilan kebijakan di tingkat pusat.
Di akhir kunjungannya, Prabowo menyampaikan pesan emosional mengenai dedikasi nelayan yang mempertaruhkan nyawa di laut demi keluarga dan bangsa. Ia berjanji akan kembali ke Gorontalo tahun depan guna memastikan transformasi armada kapal dan peningkatan kesejahteraan nelayan berjalan sesuai rencana.