BONE BOLANGO — Kehadiran industri tambang tidak boleh membuat masyarakat setempat hanya menjadi penonton di wilayahnya sendiri. Itulah pesan yang ditegaskan Bupati Bone Bolango kepada manajemen PT Gorontalo Minerals dalam pertemuan yang berlangsung di kantor bupati pekan lalu.
Arahan Bupati: Bukan Sekadar Imbauan Seremonial
Perwakilan PT Gorontalo Minerals, Didik Hatmoko, mengungkapkan bahwa Bupati secara khusus meminta perusahaan untuk tidak mengabaikan potensi sumber daya manusia di daerah.
“Bupati meminta PT Gorontalo Minerals untuk terus memprioritaskan penyerapan tenaga kerja lokal serta melibatkan vendor lokal dalam rantai pasok perusahaan,” ujar Didik Hatmoko.
Menurut Didik, permintaan tersebut bukan sekadar imbauan seremonial. Arahan itu menjadi arah kebijakan yang harus tercermin di setiap lini operasional perusahaan. Bupati ingin dampak kehadiran industri pertambangan benar-benar dirasakan masyarakat Bone Bolango.
Realisasi 2025: Pelatihan dan Keterlibatan UMKM
PT Gorontalo Minerals menyambut positif arahan tersebut. Sepanjang 2025, perusahaan mengaku telah menjalankan program rekrutmen dan pelatihan bagi tenaga kerja lokal. Mereka juga mendorong keterlibatan pelaku UMKM dalam penyediaan barang dan jasa.
Didik menyebut langkah itu sebagai bentuk komitmen nyata perusahaan terhadap ekonomi masyarakat Bone Bolango. Dalam pertemuan yang sama, manajemen juga memaparkan sejumlah capaian program pemberdayaan masyarakat di wilayah lingkar tambang selama 2025, mencakup sisi operasional hingga kegiatan sosial kemasyarakatan.
Paparan itu menjadi bahan evaluasi sekaligus pijakan bagi perencanaan program yang lebih berdampak di tahun berikutnya.
Rencana 2026: Perluasan Program dan Penguatan Aspek Keselamatan
Memasuki 2026, PT Gorontalo Minerals merancang perluasan program pemberdayaan masyarakat. Perusahaan juga berencana meningkatkan kapasitas vendor lokal serta memperkuat aspek lingkungan dan keselamatan kerja.
“Kami akan terus bersinergi dengan pemerintah daerah agar kehadiran perusahaan memberi manfaat nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat Bone Bolango,” kata Didik Hatmoko.
Pertemuan ditutup dengan komitmen bersama antara pemerintah daerah dan perusahaan untuk menjaga komunikasi yang intensif. Kedua pihak sepakat bahwa keterbukaan dan koordinasi yang baik menjadi kunci agar operasional tambang berjalan lancar sekaligus memberikan kesejahteraan bagi masyarakat di sekitar wilayah tambang.