Pencarian

Bupati Pohuwato Saipul Mbuinga Turun ke Lokasi Tambang, Desak Perusahaan Buka Akses Jalan bagi Penambang dan Ojek

Senin, 18 Mei 2026 • 15:27:20 WIB
Bupati Pohuwato Saipul Mbuinga Turun ke Lokasi Tambang, Desak Perusahaan Buka Akses Jalan bagi Penambang dan Ojek
Bupati Pohuwato Saipul Mbuinga meninjau lokasi tambang di Desa Hulawa untuk menindaklanjuti keluhan akses jalan.

POHUWATO — Pemerintah Kabupaten Pohuwato tidak lagi hanya menerima laporan di atas kertas. Bupati Saipul Mbuinga, bersama Wakil Bupati, Ketua DPRD, dan sejumlah anggota legislatif, turun langsung ke lokasi perusahaan pertambangan di Desa Hulawa, Kecamatan Buntuti, untuk mencari solusi atas persoalan akses jalan yang dikeluhkan masyarakat penambang dan ojek tambang.

Mengapa Akses Jalan di Wilayah Konsesi Jadi Masalah?

Keluhan warga berpusat pada akses jalan di area konsesi perusahaan yang belum memiliki aktivitas operasional. Selama ini, ketiadaan akses yang jelas memicu gesekan antara masyarakat dan manajemen perusahaan. Pemerintah daerah menilai potensi konflik akan terus muncul jika persoalan ini tidak segera ditangani.

Dialog Langsung di Lokasi Tambang

Di lokasi, rombongan pemerintah dan DPRD berdialog terbuka dengan pihak manajemen perusahaan. Bupati Pohuwato Saipul Mbuinga menegaskan bahwa tujuan utama kedatangan mereka adalah mencari solusi damai yang tidak merugikan siapa pun.

"Kami datang langsung ke sini supaya bisa melihat kondisi nyata dan bicara dari hati ke hati. Harapan kami, perusahaan dapat membuka akses jalan di wilayah konsesi yang belum ada pekerjaan. Dengan begitu, masyarakat penambang dan ojek tambang bisa bekerja dengan aman tanpa mengganggu operasional perusahaan," tegas Bupati Saipul.

Menurut orang nomor satu di Pohuwato itu, jika akses jalan tidak segera diselesaikan, stabilitas daerah bisa terganggu. "Kita harus lihat sendiri, dengar langsung dari masyarakat dan perusahaan. Baru dari situ kita bisa ambil keputusan yang adil untuk semua pihak," ujarnya.

Komitmen DPRD dan Respons Perusahaan

Sejumlah anggota DPRD yang hadir menyampaikan aspirasi warga dari daerah pertambangan. Mereka meminta perusahaan merespons dengan langkah konkret, bukan sekadar janji. Legislatif berkomitmen mengawal persoalan ini hingga tuntas.

"DPRD tidak akan tinggal diam. Kami siap menjadi jembatan agar ada kesepakatan yang mengikat antara perusahaan dan masyarakat. Tujuannya satu: masyarakat bisa bekerja, perusahaan tetap jalan, dan Pohuwato tetap aman," kata perwakilan DPRD yang ikut dalam rombongan.

Pihak perusahaan menyambut baik kunjungan tersebut dan menyatakan akan melakukan kajian teknis untuk membuka akses jalan di titik-titik yang disepakati bersama. Manajemen berharap komunikasi dengan pemerintah dan masyarakat terus berjalan baik agar tidak terjadi miskomunikasi di lapangan.

Langkah Selanjutnya: Pemetaan Titik Akses

Kunjungan diakhiri dengan kesepakatan membentuk tim kecil yang akan turun kembali ke lokasi. Tim ini bertugas memetakan titik akses jalan yang dibutuhkan masyarakat penambang dan ojek tambang. Pemerintah Kabupaten Pohuwato berharap, dengan adanya akses yang jelas, aktivitas penambang dan ojek tambang bisa berjalan tertib, aman, dan tidak mengganggu operasional perusahaan.

Bagikan
Sumber: kabarsindikat.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks