GORONTALO — Kebiasaan Wali Kota Gorontalo menyetir sendiri mobilnya saat keliling kota pada Jumat, Sabtu, atau Minggu sore kembali terlihat. Warga di lampu merah, pengendara motor, hingga anak-anak remaja yang sedang santai di halaman rumah kompak menyapa dan melambaikan tangan.
Antusiasme warga kali ini lebih besar karena sang Wali Kota sudah beberapa bulan tidak muncul di jalanan kota pada sore akhir pekan. Teriakan "Pak Wali" terdengar dari pengendara motor yang berpapasan maupun menyalip dari belakang, sebagian bahkan berswafoto dari atas motornya.
Bagi warga Kota Gorontalo, jalan-jalan sore Wali Kota bukan sekadar ritual. Dari kegiatan itu, persoalan di kelurahan kerap langsung tuntas, misalnya tumpukan sampah di pinggir jalan yang langsung diangkut petugas kelurahan tak lama setelah Wali Kota melintas.
Wali Kota cukup mengirim foto dan alamat ke grup Pemkot, tanpa perlu menelepon. Setelah keliling, ia biasa mampir ke warung kopi dan langsung mengerumuni pengunjung. Jika ada informasi yang perlu ditangani, lurah, camat, dan pimpinan OPD terkait dipanggil saat itu juga.
Pada Jumat sore itu, setelah menyusuri jalanan kota, Wali Kota Gorontalo bergerak ke Botutonuo dan bertemu pemilik Cleopatra Resort. Dalam pertemuan itu ia berencana mengajak ribuan ASN Kota Gorontalo libur akhir tahun di kawasan tersebut.
Sepanjang jalan di wilayah Bone Bolango, warga menyapa Wali Kota dari depan rumah mereka, begitu pula pengendara motor dan mobil yang melintas. Sosoknya dikenal sebagai tokoh paling populer di kota ini.
Selain persiapan libur tahun baru, Wali Kota membahas acara HUT Brimob. Dalam pertemuan dengan Komandan Brimob beberapa waktu lalu, ia sudah menyampaikan akan meramaikan peringatan HUT Brimob di Kota Gorontalo.
Rencana libur akhir tahun bagi ribuan ASN dan perayaan HUT Brimob menjadi dua agenda yang menempel pada kunjungan sore itu. Bagi warga, kembalinya Wali Kota menyetir sendiri di jalanan kota jadi tanda persoalan kampung bisa kembali diadukan langsung.