GORONTALO — Penghargaan diserahkan langsung Kapolda Gorontalo Irjen Pol. Nurworo Danang, S.I.K., kepada 26 personel Polda Gorontalo yang dianggap berprestasi dalam pelaksanaan tugas. Dari jumlah itu, tiga penerima berasal dari jajaran Polres Pohuwato dan menerima langsung di hadapan peserta apel pagi.
Ketiganya adalah Kapolres Pohuwato AKBP Busroni, S.I.K., M.H., Kanit 2 Satreskrim Polres Pohuwato Ipda Muh. Ramdani, S.I.K., serta Banit Intelkam Popayato Barat Bripka Rusman. Penilaian prestasi menyoroti peran mereka dalam penegakan hukum terhadap aktivitas PETI di wilayah Kecamatan Popayato Barat.
Dalam arahannya, Kapolda menyebut jajaran Polres Pohuwato telah menangani sebanyak 30 kasus PETI. Angka itu dipakai sebagai dasar apresiasi pimpinan Polri atas dedikasi dan komitmen personel di lapangan.
Nurworo berharap capaian tersebut memacu seluruh personel meningkatkan kinerja, memperkuat penegakan hukum, sekaligus menjaga kelestarian lingkungan dari dampak pertambangan ilegal. Penghargaan disebut bukan tujuan akhir, melainkan pemantik disiplin kerja.
Kapolda menegaskan keberhasilan pelaksanaan tugas mesti diimbangi disiplin, profesionalisme, dan integritas. Upaya pencegahan, menurutnya, sama pentingnya dengan penindakan agar potensi pelanggaran bisa ditekan sejak awal.
"Jadikan prestasi sebagai budaya kerja. Tugas Polri bukan hanya penegakan hukum, tetapi juga mengedepankan upaya pencegahan. Langkah-langkah preventif harus terus dilaksanakan agar potensi pelanggaran dapat diminimalkan," tegas Kapolda Gorontalo.
Ia juga mengingatkan personel agar tidak bersikap arogan dan menghindari segala bentuk pelanggaran. Setiap anggota diminta menjadi teladan bagi masyarakat dalam menjalankan tugas sehari-hari.
"Jadikan setiap pelaksanaan tugas sebagai ibadah dalam pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara," pesannya.
Bagi jajaran Polres Pohuwato, penghargaan ini menjadi dorongan untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan tugas, khususnya penanganan perkara PETI. Penanganan diminta tetap profesional dan sesuai ketentuan perundang-undangan.
Pendekatan pencegahan dan pemeliharaan keamanan serta ketertiban masyarakat disebut menjadi bagian tak terpisah dari penegakan hukum. Wilayah Popayato Barat menjadi sorotan karena aktivitas tambang emas ilegal paling banyak ditemukan di sana.