GORONTALO — Operasi kemanusiaan ini akan melibatkan kerja sama lintas negara. Sekretaris Jenderal IMO, Arsenio Dominguez, mengatakan evakuasi dilakukan melalui koordinasi erat dengan Iran, Oman, negara-negara pesisir lainnya di kawasan Teluk, Amerika Serikat, serta industri pelayaran internasional.
“Upaya besar ini akan dilaksanakan dalam kerja sama yang erat dengan Iran, Oman, seluruh negara pesisir di kawasan, Amerika Serikat, dan sektor pelayaran,” kata Dominguez dalam pernyataan resminya pada Selasa.
Menurut Dominguez, IMO telah memperoleh jaminan keamanan dari pihak-pihak terkait. Proses verifikasi menyeluruh juga telah dilakukan untuk memastikan jalur pelayaran yang akan digunakan aman bagi kapal-kapal yang meninggalkan kawasan tersebut.
“Kami telah mendapatkan jaminan keamanan yang diperlukan dan melakukan verifikasi menyeluruh terkait prospek navigasi yang aman guna mendukung operasi ini,” tambahnya.
Langkah evakuasi ini diumumkan setelah Amerika Serikat dan Iran menandatangani nota kesepahaman yang bertujuan mengakhiri konflik. Meski kesepakatan tersebut membawa harapan baru bagi perdamaian, ribuan pelaut internasional masih berada dalam kondisi terkatung-katung.
Aktivitas pelayaran di sejumlah jalur strategis terganggu akibat meningkatnya ketegangan militer selama perang berlangsung. Kawasan Teluk merupakan salah satu jalur perdagangan energi terpenting di dunia. Gangguan terhadap lalu lintas kapal di wilayah ini sempat memicu kekhawatiran global terkait pasokan minyak, perdagangan internasional, dan keselamatan awak kapal.
Sebagai bagian dari transparansi operasi, IMO akan menerbitkan laporan harian yang mencatat jumlah kapal yang berhasil keluar dari kawasan Teluk setiap hari. Dengan dimulainya operasi evakuasi ini, komunitas maritim internasional berharap aktivitas pelayaran dapat kembali normal seiring meredanya ketegangan antara Washington dan Teheran.